Diwarnai Penolakan, Rapat Perdana Plt PPP Batanghari Kisruh

PENULIS : RADEN SOEHIER
EDITOR : WAHYU NUGROHO

INFOJAMBI.COM – Bergulirnya pergantian Ketua DPC PPP Batanghari semenjak kepergian Almarhum Gun Harapan kerahmatullah, membuka babak baru.       

Kekosongan posisi ketua organisasi Parpol yang berlambang ka’bah tersebut kini diisi oleh Sukron yang menjabat sebagai Plt ketua DPC PPP Batanghari. Informasinya, peralihan posisi tersebut berdasarkan hasil putusan rapat DPW Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.

Kabar yang berhembus menyebutkan, rapat perdana yang digelar di kantor DPC PPP Batanghari pada Rabu (11/9/2019) yang dimulai sekitar pukul 14.15 Wib berakhir ricuh. Masalahnya, sejumlah pengurus harian DPC PPP Batanghari menolak beberapa keputusan dalam rapat tersebut.

Berdasarkan informasi dilapangan, beberapa pengurus mengungkapkan kekecewaan dengan keluar dari forum rapat resmi tersebut sehingga, rapat yang seyogyanya membahas hal-hal penting berakhir buyar.

“Rapat kami ini awalnya berlangsung lancarlah, namun ditengah membahas beberapa agenda penting di DPC, kami merasa kebijakan ini diambil secara sepihak”, ungkap sumber media ini yang menolak namanya disebutkan.

Namun hal tersebut dibantah oleh Mauli Pulungan sebagai perwakilan DPW PPP Provinsi yang kabarnya hadir pada rapat tersebut. Mauli ketika dikonfirmasi via ponselnya mengatakan bahwa, tidak ada kisruh saat rapat tersebut. “Siapa bilang kisruh, tidak ada kisruh, semua berjalan lancar dan sudah ditetapkan ketua DPC PPP Batanghari,”tegas Mauli.

Selain itu, kabarnya, hasil penunjukan Sukron sebagai Plt ketua DPC PPP Batanghari oleh DPW PPP provinsi jambi disoal. Pasalnya, putusan itu bertolak belakang dengan usulan dari DPC yang diajukan ke DPW melalui mekanisme rapat yang telah diteruskan ke DPP PPP oleh DPW ada dua nama yakni, Habibullah dan Zam Zami.

Hal ini dibenarkan oleh Zam zami saat dikonfirmasi via ponselnya (11/9). “Iya, benar ada dua nama yang diajukan ke DPP PPP. Saya kira itu sudah sesuai petunjuk aturan main partai. Nah, itulah yang kami pertanyakan legalitas SK dari DPW . Yang jelas, kami tetap menunggu surat rekomendasi dari DPP, siapa yang bakal menjabat ketua DPC PPP Batanghari, selagi belum ada rekomendasi dari DPP saya kira amar putusan ini masih ilegal, kalau putusan itu ilegal, apa pun kegiatan pengurus saat ini masih ilegal. Yang perlu diingat adalah, rapat yang kami lakukan yang menghasilkan nama dari usulan DPC itu juga turut dihadiri oleh pengurus DPW,” jelas Zam Zami.

Terkait kabar kisruh rapat serta penunjukan ketua DPC PPP Batanghari, Plt DPC PPP Batanghari Sukron, saat dikonfirmasi via ponselnya, membantah kabar kisruh penolakan tersebut. Bahkan dirinya menegaskan bahwa sudah ada putusan ketua DPC PPP Batanghari. “Tidak ada kisruh, semua berjalan lancar. Dan saya sah ditunjuk menjabat ketua DPC PPP Batanghari,” singkatnya.

Informasi lain menyebutkan, rapat berjalan tegang. Bahkan setelah adanya kisruh penolakan dari sejumlah pengurus harian, rapat harian DPC PPP Batanghari buyar dengan sendirinya tanpa ada keputusan.***

Kategori Politik

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.