Doni Monardo Datang, Zona Merah Covid-19 Lari Tunggang Langgang

Editor: Rahmad

Doni Monardo dan Pj Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni. (Ist)

INFOJAMBI.COM – Ada perkembangan positif dari kunjungan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo ke Jambi pada Kamis kemarin, (6/5/2021). Yakni, tidak ada lagi zona merah atau risiko tinggi di Provinsi Jambi.

Berdasarkan Infojambi.com kutip dari laman resmi Satgas Penanganan Covid-19, Jumat pagi (7/5/2021). Perkembangan peta zonasi risiko menunjukkan tren cukup baik.

Jumlah kabupaten/kota di zona merah menurun dari 19 menjadi 14 kabupaten/kota. Termasuk dua kabupaten di Jambi, Muaro Jambi dan Batanghari yang berubah menjadi zona oranye atau sedang.

Rekan seangkatan Lemhannas Tokoh Pers Jambi Mursyid Sonsang itu melakukan kunjungan kerja ke Jambi dengan menempuh jalur darat dari Palembang, Sumatera Selatan, Kamis itu.

Setibanya di lokasi, putra keturunan Sumatera Barat tersebut langsung melakukan Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 bersama jajaran Pemerintah Jambi.

Doni membahas sejumlah persoalan penting termasuk penanganan pemudik hingga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebutkan, tren cukup baik juga terjadi di zona oranye dari 340 menjadi 318 kabupaten/kota.

Namun jumlah kabupaten/kota di zona kuning atau rendah mengalami kenaikan sebanyak 27 kabupaten/kota, dari 146 menjadi 173 kabupaten/kota.

Meskipun zona kuning dengan tingkatan risiko rendah, Satgas Penanganan Covid-19 meminta pemerintah daerah segera mengantisipasi karena ini menjadi sebuah peringatan.

“Dan kenaikan di zona kuning harus menjadi alarm bagi kita semua untuk segera mengantisipasi agar jumlahnya menurun bukan berpindah ke zona merah atau kuning, melainkan berpindah ke zona hijau,” katanya di Jakarta.

Sedangkan, terjadi tren stagnasi pada perkembangan zona hijau. Pada zona hijau tidak ada kasus baru jumlahnya tetap sebanyak 8 kabupaten/kota, dan zona hijau tidak terdampak 1 kabupaten/kota.

“Perlu diingat, dinamika zonasi risiko sangat besar. Setiap minggunya dapat berubah. Ini tandanya bahwa bukan tidak mungkin untuk mengubah status zonasi kabupaten/kota dalam waktu singkat apabila terjadi perubahan kedisiplinan protokol kesehatan di masyarakat,” kata Wiku.

Asal tau saja, Doni Monardo berada di Jambi hingga hari ini, Jumat (7/5). Pasca Jambi dilanda zona merah dan memecahkan rekor di angka 102 orang dalam sehari.

Doni sempat memberikan pendampingan dan arahan terkait implementasi aturan pemerintah yang tertuang dalam Surat Edaran Ketua Satgas Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

Menurut Doni, agenda ini penting demi mencegah adanya lonjakan kasus Covid-19 yang berpotensi terjadi dari aktivitas mudik dan libur panjang, seperti yang terjadi pada momentum sebelumnya.

Jambi merupakan provinsi terakhir dari seluruh rangkaian kunjungan kerjanya di Sumatera juga beberapa provinsi di Indonesia yang telah dilakukan selama kurang lebih setahun terakhir.

“Saya diperintah bapak presiden (Joko Widodo) untuk keliling, memastikan pengendalian Covid-19 berada pada satu garis komando,” kata Doni Monardo.

Rapat ini sendiri dihadiri Pj Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni. Dalam kesempatan itu Nur Cahya memaparkan upaya penanganan Covid-19 serta mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Selain Muaro Jambi dan Batanghari, rincian daerah zona oranye yaitu Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, Tanjab Barat dan Kerinci. Sedangkan zona kuning, Merangin, Sarolangun, Bungo dan Tanjab Timur.

Kategori Daerah

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.