Doni Monardo : Jaga Keseimbangan Hidup Atasi Karhutla di Jambi

PENULIS : TIM LIPUTAN
EDITOR : DODDI

Doni Monardo bersama Fachrori Umar

INFOJAMBI.COM – Pendekatan humanis dilakukan Kepala BNPB, Doni Monardo. Dia mengingatkan dan mengajak masyarakat menjaga keseimbangan hidup.

“Perlu menjaga kehidupan antara manusia dan Tuhan, sesama manusia, serta manusia dan alam,” kata Doni, di Agung Al Falah, Kota Jambi, tadi malam.

Menurut Doni,  bencana terbagi dua, bencana alam dan bencana non alam. Bencana alam, seperti gempabumi. Di Jambi relatif sedikit dan belum ditemukan adanya potongan sesar gempa di Jambi.

Bencana non alam, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diakibatkan ulah manusia dan musim kemarau panjang.

Selama dua bulan lebih kemaran di Jambi, permukaan gambut menjadi kering, sehingga mudah terbakar. Kebakaran lahan terjadi di Jambi dan menimbulkan bencana kabut asap.

Berbeda dari tahun sebelumnya, yang terjadi juga kebakaran. Relatif mudah dipadamkan, karena lahan gambut masih relatif basah.

Tahun ini boleh dibilang hampir sama dengan tahun 2015. Kebakaran disebabkan lahan gambut relatif kering.

Menurut Doni, tercatat 2,6 juta hektar terbakar di tahun 2015. Tahun 2019 sudah 328 ribu hektar lahan gambut terbakar. Sifat lahan gambut habitatnya basah dan tidak boleh kering, karena fosil batubara muda mudah terbakar.

“Presiden menugaskan saya untuk memprioritaskan daerah-daerah yang belum turun hujan. Kami bekerja dengan baik dan berdoa untuk memadamkan api bersama,” kata mantan Danpaspampres ini.

Doni menganjurkan masyarakat bertani, beladang dan berkebun, tidak lagi membakar. Aturannya, yang boleh membuka lahan dengan cara membakar, harus ada izin.

“Hal yang perlu diperhatikan adalah membuka lahan di areal gambut, yang berbahaya jika kering, api langsung menjalar. Ini harus diperhatikan masyarakat agar api tidak membesar,” ungkap Doni.

Pencegahan penanggulangan bencana harus sejak dini. Ini harus dipupuk dari kecil, bekerja sama dengan kementerian pendidikan untuk menanamkan edukasi bencana sejak dini.

Masalah bencana tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja. Butuh bantuan berbagai kalangan, bersinergi dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

“Tidak perlu saling menyalahkan, mari bahu-membahu memadamkan api. Kedepannya pencegahan harus dikedepankan, dan pemerintah daerah harus melibatkan masyarakat sebagai kunci pencegahan karhutla,” ujar Doni.

Doni datang ke Jambi setelah mendapat laporan via telepon dari eTim Teknik Modifikasi Cuaca (TMC). Wilayah Jambi sudah turun hujan, khususnya daerah Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur, dan kawasan Batanghari.

Hal ini diamini Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Di sebagian Provinsi Jambi sejak Senin kemarin sudah turun hujan.

“Mari kita shalat Istisqo bersama, untuk minta pengampunan dan petunjuk dan pertolongan Allah SWT serta menurunkan hujan untuk mengatasi bencana asap di bumi Jambi kita,” ajaknya. ***

Kategori Nasional

Tags: ,,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.