Senin, 18 Desember 2017 | 17:49

Dua Kali Banjir, Sarolangun Rugi Miliaran Rupiah

Banjir di Sarolangun || dok

SAROLANGUN – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini membuat musibah banjir terjadi di Kabupaten Sarolangun. Akibatnya, daerah ini rugi miliaran rupiah.

Banjir tidak hanya merusak dan merendam rumah warga, tapi juga merusak berbagai infrastruktur. Salah satunya jalan di Dusun Tanjungputus, Desa Temenggung, Limun.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Mulyadi, selama tiga bulan terakhir terjadi dua kali bencana banjir.

Banjir terjadi pada tanggal 28 Febuari dan 3 Maret di Kecamatan Limun, Pauh, Mandiangin dan Air Hitam.

Hampir semua kecamatan terkena banjir akibat tingginya curah hujan. Ada mpat kecamatan yang melakukan koordinasi dengan BPBD. Total rumah yang terendam 2.084 di 22 desa.

Kerugian warga akibat rumahnya terendam mencapai ratusan juta rupiah. Sementara kerugian kerusakan jalan karena longsor diperkirakan Rp 1,5 miliar.

Mulyadi mengungkapkan, semua kecamatan di Sarolangun rawan banjir. Hanya saja perangkat desa setempat tidak melakukan koordinasi dengan BPBD, sehingga tidak terdata seluruhnya.

Diperkirakan musim penghujan akan berlangsung hingga Mei mendatang. Diharapkan masyarakat terus waspada dan berkoordinasi dengan BPBD jika ada bencana.

“Dari dua kali bencana banjir, tidak ada korban jiwa, hanya saja ada warga yang mengalami luka ringan maupun luka berat dan banyak ternak warga yang mati,” kata Mulyadi.

Dalam penanggulangan bencana, sebenarnya Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sarolangun kekurangan tenaga. Apalagi dilihat dari luas wilayahnya. Untung saja tidak ada bencana yang terjadi bersamaan.

“Untuk TRC ada tiga regu. Satu regu terbagi tujuh orang. Keseluruhannya 21 orang yang direkrut dan semua berstatus tenaga honorer,” tandasnya. (infojambi.com/d)

Laporan : Rudy Ichwan

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.