INFOJAMBI.COM - Komando Distrik Militer (Kodim) 1630/Manggarai Barat, Letkol Inf Budiman Manurung menyampaikan klarifikasi resmi kepada masyarakat berkaitan dengan beredarnya video dugaan pemukulan terhadap seorang warga di Kampung Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, yang terjadi pada hari Selasa, 8 September 2026.
"Kami memahami keresahan masyarakat setelah video peristiwa tersebut beredar luas di media sosial. Sebagai institusi yang menjunjung tinggi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan prinsip TNI sebagai bagian dari rakyat, Kodim 1630/Manggarai Barat berkewajiban menyampaikan fakta secara jujur, terbuka, dan bertanggung jawab." ungkap Budiman.
Baca Juga: Koramil 415-11 Jambi Timur Sosialisasi Wawasan Kebangsaan
Pengakuan atas Peristiwa
Kodim 1630/Manggarai Barat membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa kekerasan fisik antara dua orang anggota TNI AD dengan seorang warga sipil pada hari, tanggal, dan lokasi tersebut.
Baca Juga: Denpom II/2 Jambi Santuni Anak Yatim
Kedua anggota tersebut Sertu Ari Yusril, bertugas di jajaran satuan wilayah Kupang;Pratu Ary Risda, Babinsa Desa Golo Lajang, Koramil Macang Pacar, jajaran Kodim 1630/Manggarai Barat.
Keduanya merupakan kakak-beradik kandung dan berasal dari kampung yang sama dengan korban.
Baca Juga: Dandim Sarko Ajak Warga Indonesia Tetap Bersatu
Perhatian dan Empati kepada Korban
Kodim 1630/Manggarai Barat menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi korban yang saat ini menjalani perawatan medis, serta atas dampak psikologis yang dialami putra korban yang menyaksikan peristiwa tersebut.
"Kami telah berkoordinasi untuk memantau kondisi korban dan memastikan hak-hak korban terlindungi selama proses hukum berlangsung." Tegasnya. "Kami memohon maaf kepada masyarakat Manggarai Barat, khususnya warga Kampung Rangko, atas keresahan yang ditimbulkan oleh peristiwa ini." Sambungya.
Konteks Peristiwa
Berdasarkan pendalaman awal, peristiwa ini bukan merupakan pelaksanaan tugas dinas maupun operasi kesatuan, melainkan berlatar belakang sengketa lahan antara keluarga kedua anggota dengan pihak korban yang telah bergulir sejak tahun 2014 dan telah melalui proses hukum perdata.
Pada saat kejadian, kedua anggota berada dalam status cuti tahunan resmi berdasarkan surat perintah pimpinan. Kami tegaskan: tidak ada perintah dari kesatuan dalam bentuk apa pun untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap warga.
Status cuti tidak menggugurkan kewajiban prajurit untuk tunduk pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam setiap perilakunya. Latar belakang sengketa tidak dapat dan tidak akan kami gunakan sebagai pembenaran atas tindakan kekerasan yang terjadi.
Sikap Institusi
Tidak Ada Toleransi terhadap Pelanggaran Kodim 1630/Manggarai Barat menegaskan tidak akan memberikan perlindungan kepada anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun pelanggaran disiplin militer.
"Kami menempatkan penegakan hukum, keadilan bagi korban, dan kepercayaan masyarakat di atas kepentingan personal siapa pun." Ujarnya
Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Saat ini kedua anggota telah dimintai keterangan, dan proses penanganan perkara dilaksanakan melalui: Penyidikan oleh Satuan POM AD untuk dugaan pelanggaran hukum militer; Koordinasi dengan Polres Manggarai Barat sesuai ketentuan yang berlaku;
Pemeriksaan internal Kodim untuk aspek pelanggaran disiplin.
Kodim 1630/Manggarai Barat berkomitmen memberikan update berkala kepada publik mengenai perkembangan penanganan perkara ini, sesuai koridor hukum dan asas praduga tak bersalah, hingga perkara selesai secara tuntas dan transparan.
Imbauan kepada Masyarakat
"Kami memohon kepada seluruh masyarakat untuk: Tidak menyebarluaskan video dan informasi yang belum terverifikasi, guna mencegah spekulasi liar serta melindungi privasi korban dan keluarganya; Menghormati proses hukum yang sedang berjalan; Menyampaikan informasi tambahan yang relevan melalui kanal resmi Kodim 1630/Manggarai Barat." Jelas Dandim
"Kodim 1630/Manggarai Barat menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta rekan-rekan media atas perhatian dan kontrol sosial yang membangun. Sinergi antara TNI dan rakyat adalah fondasi yang tidak akan kami korbankan." Ujar Budiman.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com