Dua Warga Suku Anak Dalam Babak Belur Dikeroyok

Warga Suku Anak Dalam jadi korban pengeroyokan

INFOJAMBI.COM — Beken dan Giri, warga suku Anak Dalam terpaksa dirawat di Puskesmas Singkut, Sarolangun. Mereka dikeroyok oleh orang tak dikenal, saat menonton organ tunggal, di Desa Bukit Tigo, Singkut.

Akibat pengeroyokan itu, Beken dan Giri mengalami luka lebam di wajah. Satu diantaranya menderita luka robek di bagian kepala dan mendapat 12 jahitan.

Informasi yang dihimpun infojambi.com, Selasa (3/10), pengeroyokan bermula hilangnya dompet miliki Beken. Buntutnya terjadi keributan mulut dengan warga lain.

Diduga tak terima dengan ucapan warga suku Anak Dalam itu, cekcot mulut berakhir dengan perkelahian. Masalah ini pun diselesaikan secara kekeluargaan.

“Jika tak ada penyelesaian akan digunakan hukum adat istiadat. Kami menyatakan perang,” kata Beken.

Kejadian pengeroyokan tersebut sudah sampai pada kelompok Beken dan Giri, bahkan kelompok suku Anak Dalam Bukit 12, Pamenang dan Batang Asai akan mendatangi warga Desa Bukit Tigo.

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana melalui Kabag Ops, Kompol Agus Soleh, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan kasus tersebut kini sedang ditangani pihaknya.

“Pelapor, Beken bin Andan, merupakan warga suku Anak Dalam Muaro Kutur. Dia pegawai honorer Satpol PP Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan,” kata Agus.

Kabag Ops menyebutkan, Beken dan adik kandungnya, Giri, melaporkan kejadian itu Selasa (3/10) sekira pukul 09.30 WIB. Peristiwa terjadi malam sebelumnya, sekitar pukul 23.00 WIB. (Rudy Ichwan — Sarolangun)

 

Kategori Wisata - Seni - Budaya

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.