Rabu, 20 September 2017 | 20:11

Duo Minang Perkuat Insinyur Indonesia di Korea Buat Pesawat Tempur

duo-minang-2SEOUL — Indonesia akan mampu membuat pesawat tempur tahun 2025 mendatang. Terlambat memang kalau dikaitkan dengan kemampuan Indonesia dalam membuat pesawat sipil yang digagas oleh BJ Habibie tahun 80-an itu.

Hitungan itu jadi kenyataan, kalau kerjasama dengan Korea Selatan terus berjalan baik serta tidak terganggu dengan perkembangan politik di kedua negara.

Kerjasama kedua negara ini diawali tahun 2010 antara PT. Dirgantara Indonesia (DI) dengan KAI (Korean Aerospace Industri). Indonesia bersepakat dengan Korea saling berbagai keahlian dalam membuat pesawat tempur.

Tahap pertama PT DI mengirim 70 tenaga ahli untuk magang di KAI, dua di antaranya berasal Sumatera Barat, Dodi Juneid dan Budi Febrinaldy. “Mohon doa dari untuak kampuang di Sumbar, kami berharap bisa mencatat sejarah, ikuik melahirkan pesawat tempur buatan Indonesia nantinya,” ujar Budi, alumni SMA Negeri 10 Padang.

GM KAI, Lee Dong Shin, berharap kerjasama dengan Indonesia sama-sama menguntungkan, karena selama ini Indonesia telah membeli beberapa pesawat latih dan sipil dari KAI. Khusus untuk pesawat tempur ini, KAI dan PT DI saling berbagi ilmu yang pada akhirnya Indonesia siap membuat pesawat tempur sendiri.

Menurut Kepala Engineer Indonesia yang bekerja di KAI, Gatot Pribadi Mulia, Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan yang sudah meneken kerjasama, telah menyetujui BUMN (badan usaha milik negara) ini mempoduksi 50 unit jet tempur IFX bagi Indonesia dan 150 unit jet tempur KFX pesanan Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

“Sharing cost antara Indonesia dan Korsel dalam pembuatan pesawat itu 20 : 80 persen. Tapi untuk transfer knowledge dari pengembangan, Indonesia mendapat 100 persen,” ujar Gatot yang pernah bekerja di pabrik pesawat Boing di Amerika.

PT Dirgantara Indonesia akan memulai produksi massal —era komersial— pada tahun 2025. Oleh karena itu, perusahaan ini sedang membuat enam prototype atau purwarupa dan direncakakan selesai pada 2019.

Kelas pesawat jet tempur IFX dan KFX lebih canggih dibanding jet tempur F-16, F-18 (buatan Amerika Serikat), Sukhoi-35 (Rusia), Dassault Rafale, dan Eurofighter Typhoon. Kalau varian generasi lima baru dimiliki oleh pesawat jet tempur F-35 dan F-22, maka pesawat jet tempur buatan Bandung ini generasi 4.5.

Teknologi yang digunakan dalam pesawat jet tempur IFX dan KFX mirip dengan pesawat siluman F-22 buatan Amerika Serikat. Artinya, secara struktur, pesawat buatan Dirgantara Indonesia ini memiliki teknologi stealth atau teknologi siluman seperti dimiliki oleh peawat jet tempur generasi 5.

Pesawat jet tempur varian 4.5 yang disebut Indonesia Fighter Xperiment (IFX, untuk Indonesia) dan jet tempur Korea Fighter Xperiment (KFX, untuk Korea Selatan) dibuat oleh PT Dirgantara Indonesia bekerjasama dengan perusahaan Korea Aerospace Industries.

KLIK JUGA : Puncak Dora Menunggu Perang Saudara…

Kita berharap, proses pembuatan enam unit prototype atau purwarupa lancar-lancar saja. Pesawat tempur purwarupa akan diluncurkan pada 2019, kemudian menjalani fase uji coba sampai speknya memenuni kebutuhan Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Korea Selatan dan negara-negara lain yang akan membeli.

KAI selama berdiri telah membuat pesawat penumpang sipil, militer dan helikopter, antara lain :
KF-16 (1991), KT-1 (1998)
T-50 Golden Eagle (2001), F-15K (2002),P-3CK (2005),KAI Surion (2006)

Proyek kerja sama
Bell 427 helicopter with Bell Helicopter
Bell 429 helicopter with Bell Helicopter

Proyek saat ini
KAI KC-100 – four-seat, single piston engine general aviation aircraft
Satelit
Korean Multipurpose Satellites No. 1, 2, 3 and 5. ***

Laporan : Mursyid Sonsang dari Korea Selatan

Kategori Dunia

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.