Senin, 18 Juni 2018 | 14:39

DWP Provinsi Jambi Santuni Anak Panti Asuhan Baiturrahman

ADVERTORIAL

Pengurus Dharma Wanita Provinsi Jambi, saat membrikan santuni anak Panti Asuhan Baiturrahman.

INFOJAMBI.COM – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Rabu (23/5/2018), mengadakan kegiatan tali kasih sekaligus memberikan bantuan sebagai ungkapan rasa syukur dan bentuk kepedulian seluruh anggota Dharma Wanita, kepada anak-anak di Panti Asuhan, khususnya di Panti Asuhan Baiturrahman.

Lantunan Shalawat 35 anak-anak terdengar menyambut kedatangan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jambi, Hj.Neta Aryani Dianto beserta pengurus DPW lainnya yang turut hadir di Panti Asuhan Baiturahman, beralamat di Kelurahan Rajawali, Jambi Timur Kota Jambi.

Neta Dianto mengatakan, kedatangan Pengurus Dharma Wanita adalah salah satu wujud syukur ibu-ibu untuk berbagi bersama anak-anak.

“Mudah-mudahan apa yang kami bawa, bisa bermanfaat untuk anak-anak dan apa yang mereka cita-citakan dapat tercapai serta dapat menjadi anak-anak yang dibanggakan. Ada yang menjadi Hafiz dan Hafizah, dan pesan saya jangan berhenti belajar untuk mencapai cita-cita, semoga diberikan kekuatan untuk medapatkan keberhasilan. Anak-anak patuhilah pesan dan aturan yang dibuat oleh pengurus panti yang saat ini menjadi orang tua kalian,” ujar Neta.

Neta Dianto, kepada sejumlah media mengatakan, kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin selama bulan Ramadhan.

“Sebelumnya DWP mengadakan pasar murah, lalu memberikan bantuan kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan ini, dan kami berharap kegiatan ini dapat terus kami lakukan, sehingga menjadi kegiatan rutin Dharma Wanita setiap tahunnya. Kegiatan ini juga kami harapkan dapat diikuti oleh organisasi lainnya dalam membantu masyarakat kita yang membutuhkan,” ungkapnya.

Pengelola dan pengurus Panti Asuhan Baiturahman, Khairul Aswan, mengatakan, Panti Asuhan Bairturrahim saat ini dihuni menerima 35 orang anak terdiri, putra 22 dan putri 13 orang anak.

Khairul mengelola Panti ini bersama istrinya Rubianti. Menurutnya saat ini bangunan yang ditempati bukanlah milik pribadi, melainkan disewa.

“Panti ini berdiri sejak Desember 2015, pertama kali menampung 15 orang anak. Anak-anak ini berasal dari Kabupaten Sarolangun, Merangin, Tebo, dan Muaro Jambi. Mereka yang diterima di sini adalah anak yatim piatu dan duafa. Usianya mulai usia 5 tahun atau masih usia PAUD, dan saat ini anak-anak yang terbesar sudah kelas 3 SMK,” jelas Khairul.

Khairul mengatakan, Panti ini berdiri secara mandiri dan untuk memenuhi kebutuhan sehari anak-anak panti selain mendapatkan dana dari donatur, mereka juga menjual produk kerajinan yang dibuat oleh anak-anak panti.

“Anak-anak selain bersekolah di sekolah umum, juga diberikan pendidikan agama dan keterampilan hidup dengan bekarya dan berdagang, hasilnya untuk bekal hidup mereka dan juga memenuhi kebutuhan panti, karena setelah tamat pendidikan SMA, mereka dilepas untuk dapat hidup mandiri,” tutur Khairul. (Maria/Roni).

Editor : M Asrori S

Kategori Wanita dan Keluarga

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.