Selasa, 17 Juli 2018 | 03:30

Ekonomi Perlahan Naik, Tapi Masih Dipengaruhi Ekonomi Global

INFOJAMBI.COM — Mencermati catatan perjalanan pembangunan Provinsi Jambi sepanjang 2017, kondisi perekonomian Provinsi Jambi masih dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi global.

Hal ini disampaikan Gubernur Jambi, Zumi Zola, dalam pidatonya pada Sidang Paripurna HUT ke-61 Provinsi Jambi, di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Sabtu (6/1/2017).

Zola mengungkapkan, sampai Triwulan III/2017, ekonomi Provinsi Jambi tumbuh 4,76 persen, meningkat 0,44 persen dari triwulan sebelumnya sebesar 4,32 persen.

Meningkatnya pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi Triwulan III/2017 didorong oleh perbaikan kinerja sektor pertambangan dan penggalian. Terdapat kenaikan produksi migas dan batubara dibanding triwulan sebelumnya, serta didukung tren peningkatan harga komoditas migas dan batu bara internasional.

Berdasarkan hasil analisa Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jambi pada Triwulan IV/2017 berada pada kisaran 4,74 – 5,14 persen. Kondisi ini lebih baik dibanding Triwulan IV/2016 sebesar 4,37 persen.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih bersumber dari pertumbuhan sektor utama, yaitu pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan dan perikanan, serta industri pengolahan.

Tingkat Pengangguran Terbuka Provinsi Jambi, Agustus 2017 mencapai 3,87 persen, lebih baik dibanding kondisi Agustus 2016 sebesar 4,00 persen.

Demikian pula kinerja penurunan kemiskinan memperlihatkan perbaikan, ditunjukkan dengan persentase penduduk miskin yang mengalami penurunan dari 8,37 persen pada September 2016 menjadi 7,90 persen pada September 2017.

Angka kemiskinan juga lebih rendah dibanding dengan angka kemiskinan nasional yang tercatat 10,64 %. Untuk meningkatkan kesejahteraan kaum buruh di Provinsi Jambi, Dewan Pengupahan Provinsi Jambi menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018 menjadi Rp.2,243 juta atau naik 8,7 % dari tahun 2017 sebesar Rp.2,063 juta.

Laju inflasi Provinsi Jambi tahun 2017 berada pada kisaran 2,68 persen, sedikit meningkat dibanding inflasi pada 2016 yang tercatat 2,49 persen (year on year).

Pada tahun 2018 lebih mewaspadai beberapa potensi resiko yang dapat menyebabkan tekanan inflasi lebih tinggi, akibat anomali cuaca yang dapat mengganggu hasil panen dan potensi pelemahan kurs rupiah.

Zola berharap Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi dengan dukungan pemerintah kabupaten/kota lebih pro-aktif, untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok yang tidak wajar. (Yudi Pramono — Jambi)

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis,Provinsi

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.