Ery Adityo: Banyak Jaringan Listrik Melintasi Kawasan Perkebunan

Penulis : Raden Soehoer
Editor : M Asrori S

Kepala PLN Rayon Kabupaten Batanghari, Ery Adhityo, memberikan keterangan pers kepada wartawan.

INFOJAMBI.COM – Kantor PLN Rayon Batanghari beberapa hari lalu, didatangi warga karena sering terjadi mati lampu. Akibatnya, banyak alat elektronik warga yang rusak.

Menanggapi hal ini, kepala PLN Rayon Muarabulian Kabupaten Batanghari, Ery Adhityo, menjelaskan, kendala dan masalah terberat itu diantaranya pada jaringan kabel, yakni faktor alam dan gangguan teknis.


Dijelaskannya, hal ini terjadi karena tingginya curah hujan dan cuaca exstrim yang terjadi pada penghujung tahun 2018 lalu.

Sedikit banyak ditengari menjadi faktor penyaluran aliran PLN terganggu. Mengingat beberapa jalur aliran listrik banyak melintasi kawasan perkebunan.

“Total panjang jaringan PLN Batanghari, mencapai 1000 km sirkit, yang terbentang dari daerah bayung, sungai bahar dan Muarabulian,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk di Kabupaten Batanghari, selain kantor pelayanan PLN juga memiliki enam kantor jaga tersebar dibeberapa wilayah kecamatan. Kecamatan Tembesi, Muara Jangga, Mersam, Jembatan Mas, Sungai Bahar dan Bayung.

“Enam unit tadilah, jika terjadi insiden atau dampak dari faktor alam yang melakukan pengecekan lapangan, dan membutuhkan waktu,” jelasnya.

Dalam melakukan tugasnya tidak semudah yang kita bayangkan, saat terjadi gangguan misalnya, akibat pohon tumbang untuk lokasi kejadian, secara teknisnya sudah terpantau melalui sistem distribusion control center (DCC).

“Meskipun sudah tahu titik yang bermasalah, petugas juga harus mencari secara manual, dimana lokasi kerusakan itu, susah dan membutuhkan waktu,” terangnya.

Dikatakannya, dengan panjang jaringan total mencapai 1000 km sirkit. Jika ada kendala disatu titik, maka akan berdampak dijaringan yang satu arah tadi. Misal kejadian di Mersam, namun aliran listrik tersebut merupakan satu arah dengan aliran yang menuju Muarabulian, otomatis pemadaman akan juga dirasakan hingga Muarabulian.

“Selain itu kendala PLN, membutuh waktu untuk mencari sumber gangguan. Karena banyak cabang dan jarak tempuh. Disini peran masyarakat juga sangat penting. Saat ada kejadian, agar segera melaporkan kepihak PLN,” jelasnya.

Patut diwaspadai, untuk rawan kejadian diantaranya, saat hujan angin karena banyak jaringan yang tertimpa pohon tidak satu titik saja. Terutama faktor pohon tua di Batanghari banyak kebun karet tua.

Sementara, Dede, (27) warga MSI mengatakan, sebelumnnya didesanya pernah terjadi kabel PLN putus dan sangat membahayakan warga sekitar. Mengingat kabelnya masih dialiri listrik.

“Kejadiannya subuh, saat hujan tiba tiba kabel yang menuju amper warga putus dari ujung kabel menimbulkan percikan api yang membahayakan,” ujarnya.

Dengan kejadian itu warga meminta petugas PLN, untuk rutin melakukan pengecekan kabel terutama dikawasan yang jauh di desa. Karena selain faktor usia lokasi yang banyak pohon dan ranting juga dapat membahayakan bagi kabel itu sendiri.

Sebelumnnya, pertengahan Desember 2018 lalu, belasan warga mendatangi kantor PLN Rayon Batanghari, akibat padaman listrik yang dinilai sudah meresahkan, karena kerapnya pemadaman.

Bahkan di bulan yang sama, beberapa orang Kades juga mendatangi kantor PLN Batanghari, tujuannya sama mempertanyakan penyebab seringnya pemadaman listrik.***

Kategori Batanghari

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.