Fachrori Harap Ketersediaan Pangan Cukup dan Harga Terjangkau

Penulis : Sapra Wintani || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, H Fachrori Umar mengharapkan ketersediaan pangan cukup dan harga terjangkau, terutama dalam masa pendemi Covid-19, dan lebih spesifik lagi masa Ramadhan dan Idul Fitri.

Harapan tersebut dikemukakannnya dalam video conference High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Jambi, dengan topik “Kebijakan Pemerintah Daerah Menjaga Keterjangkauan dan Stabilitas Harga serta Ketersediaan Pasokan Bahan Pangan pada Periode Ramadhan – Idul Fitri 1441 H, di tengah pandemi Covid-19, Rabu (29/4/2020).

Gubernur Jambi memimpin rapat dari ruang kerjanya di Kantor Gubernur Jambi, sedangkan TPID mengikuti di Ruang Utama Kantor Gubernur Jambi, yakni Asisten II Agus Sunaryo, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi Bayu Hartanto, Kepala Perum Bulog Divre Jambi Bakhtiar AS, Kepala Biro Perekonomian SDA Muktamar Hamdi, Kepala Biro Pembangunan dan Kerjasama Nofriadi, Kepala Dinas Kominfo Herlambang.

Selain itu juga ada Bupati Batanghari Syahirsah, Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Tebo Sukandar, Bupati Bungo Mashuri, Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Robby Nahliansyah dan para sekda kabupaten/kota serta TPID kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, yang mengikuti dari kantor masing-masing.

Fachrori mengemukakan, tantangan pemerintah saat ini cukup berat di tengah pandemi global Covid-19. Dalam penanganannya, dituntut bertindak, berbuat dengan cepat dan terukur, apalagi umat Islam menghadapi bulan suci Ramadhan. TPID agar bekerja keras menguatkan sistem perekonomian daerah.

“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota TPID dan Satgas Pangan Provinsi Jambi dan kabupaten/kota se-Provinsi Jambi dalam menjaga stabilitas harga dan menjaga pasokan bahan pangan agar stabil dan dapat terjangkau masyarakat,” ungkap Fachrori.

Terkait pengendalian inflasi, Fachrori menekankan, TPID tetap berpacu pada prinsip 4K, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan dan komunikasi yang lebih efektif.

Fachrori mengharapkan TPID provinsi maupun kabupaten/kota memastikan pasokan maupun kelancaran distribusi bahan pangan tidak terganggu di tengah kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah.

“Ada beberapa pasokan komoditas yang bergejolak terdampak Covid-19, seperti bawang merah, daging ayam, daging sapi, dan gula pasir. Bagi daerah yang defisit bahan pangan agar segera berkomunikasi secara intens dengan daerah yang surplus, sehingga kelangkaan pasokan bisa teratasi dengan cepat,” kata Fachrori.

Fachrori mengatakan, pemerintah daerah yang sudah mengeluarkan stimulus kebijakan akibat Covid-19 yang merealokasi anggaran untuk penanganan kesehatan, penaganan dampak ekonomi dan penyediaan jaringan pengaman sosial, dalam mendesain program perlu diarahkan pada sektor strategis yang mampu menggerakan sektor ril padat karya yang dapat menopang daya beli masyarakat, yang dapat memacu pada rencana strategis OPD dan RPJMD dari pemerintah kabupaten/kota masing-masing. ***

Kategori Provinsi

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.