Selasa, 19 Maret 2019 | 17:29

Fachrori Terima Penghargaan Perpustakaan

Penulis : Mustar Hutapea
Editor : M Asrori S

Penghargaan Perpustakaan dari Mendagri.

INFOJAMBI.COM – Gubernur Jambi, H.Fachrori Umar, kembali menerima anugerah penghargaan Perpustakaan yang diserahkan Mendagri, Tjahjo Kumolo, di aula hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Penghargaan itu diberikan merupakan penghargaan bagi kepada pemimpin daerah yang memberikan perhatian dan berkomitmen dalam pengembangan perpustakaan, berbasis inklusi sosial di Provinsi Jambi.

Selama ini Gubernur Jambi, dinilai telah menunjukkan komitmen tinggi terhadap pengembangan perpustakaan umum wilayah Jambi.

Dalam penganugrahan itu hanya ada dua gubernur yang mendapatkan penghargaan perpustakaan, yakni gubernur Jambi dan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Sedangkan dari pemerintah kabupaten/kota, hanya Walikota Surabaya yang dianugerahi penghargaan serupa.

Usai menerima penghargaan, H Fachrori Umar, mengatakan, dirinya mengapresiasi pemberian penghargaan perpustakaan dari pemerintah pusat kepada Pemprov Jambi dan berharap penghargaan itu menjadi pemacu, penambah semangat untuk berkerja dan berkarya lebih baik lagi dalam pembangunan bidang perpustakaan.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan penghargaan, berarti kita dinilai baik. Namun, kita harus terus meningkatkan kinerja kita,” ujar Fachrori.

Kedepan kata Facherori, akan terus diupayakan peningkatan pembangunan perpustakaan, baik dari sisi pustakawan dan sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan, koleksi buku, jenis buku, maupun gedung perpustakaan.

Kadis Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, H.Syamsurizal, mengapresiasi kehadiran Gubernur Jambi dalam Rakornas Perpustakaan tersebut.

Soal penghargaan yang diterima Gubernur Jambi, Syamsurizal mengatakan, hal itu merupakan apresiasi terhadap peningkatan layanan perpustakaan, untuk peningkatan kunjungan ke perpustakaan.

E-Book Perpustakaan

Menurut Syamsurizal, salah satu program unggulan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Jambi, untuk tahun 2019, mempersiapkan perpustakaan digital (e-book dan e-library), buku dalam bentuk digital, sehingga masyarakat lebih banyak mengunjungi perpustakaan melalui hand phone, dan e-book termasuk bagian dari upaya meningkatkan minat baca di Provinsi Jambi.

“Masyarakat tak sempat berkunjung ke perpustakaan umum provinsi atau perpustakaan kabupaten/kota, bisa mengunjungi e-book Perpustakaan Provinsi Jambi. Sekarang sedang berproses. Insya Allah triwulan II tahun 2019, sudah mulai, dan di hari kunjung perpustakaan, kami akan mengadakan launching (peluncuran) e-book di Provinsi Jambi,” tutur Syamsurizal.

“Per tahun, 90 ribu lebih pengunjung, termasuk kegiatan rotasi buku, seperti 1.000 buku ke LP Provinsi Jambi,” tambah Syamsurizal.

“Jika tahun lalu, kita banyak memberikan buku-buku ke perpustakaan-perpustakaan desa. Alhamdulillah, untuk perpustakaan Provinsi Jambi, peling sedikit pengunjung per hari 360 orang, karena daya tampung gedung dan kondisi perpustakaan di Jambi.

Tentunya dengan kunjungan Bapak Gubernur ke Perpustakaan Nasional, nantinya akan menambah perhatian terhadap perpustakaan kita di Provinsi Jambi, untuk pengembangan koleksi buku dan gedung perpustakaan di Provinsi Jambi,” terang Syamsurizal.

Mendagri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, agar pemerintah daerah dan DPRD lebih memperhatikan pembangunan bidang perpustakaan, termasuk dalam penganggaran. Dia mengatakan, pembangunan perpustakaan sangat penting, sebagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Mendagri menyatakan, berdasarkan data yang ada, belum semua provinsi yang memiliki Perda tentang Perpustakaan dan baru 162 dari 514 kabupaten dan kota yang sudah memiliki Perda tentang perpustakaan. Dia menargetkan, akhir tahun 2019, 314 kabupaten dan kota yang sudah memiliki Perda tentang Perpustakaan.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, menyampaikan, Perpustakaan Nasional bekerjasama dengan Perpustakaan Daerah dan seluruh pemangku kepentingan, terus berusaha mendorong peningkatan minat baca masyarakat.

M.Syarif Bando, menyatakan, pembangunan perpustakaan juga dalam rangka pembangunan IPM Indonesia.

“Perbedaan mendasar negara maju dengan negara terbelakang, adalah kegemaran membaca,” ungkap M.Syarif Bando. ( Humasprov )


Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.