Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi Gelar FGD Branding Pariwisata Provinsi Jambi

Penulis : M. Hary Rofagil || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM – Kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam proses pembangunan wilayah. Kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan suatu daerah maupun masyarakat.

Dalam Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 menyatakan bahwa pariwisata mempunyai peranan penting dalam mendorong kegiatan ekonomi, meningkatkan citra wilayah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan
perluasan kesempatan kerja.

Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keberagaman budaya dan keindahan bentang alamnya di pulau Sumatera. Provinsi dengan 11 kabupaten dan kota ini memang tak diragukan lagi potensi pariwisatanya. Hampir di setiap sudut kota dan kabupaten di Provinsi Jambi mampu memikat para wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

Kita ambil contoh Kerinci dan Merangin yang kaya akan wisata alamnya, Muaro Jambi dengan situs bersejarahnya, Kota Jambi dengan wisata buatannya, dan masih banyak lagi keindahan alam dan budaya yang berpotensi tinggi untuk meningkatkan ekonomi dan citra negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini.

Kita harus sadar akan potensi-potensi besar pariwisata yang ada, oleh karena itu Kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Jambi (Unja) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan judul Branding Pariwisata Provinsi Jambi di ruang Cemara lantai 1 salah satu hotel di Jambi yang bertujuan membahas apa langkah yang harus kita ambil dalam mempromosikan tagline Explore Jambi sebagai Branding pariwisata provinsi jambi, Senin (28/9/2020).

FGD tersebut dihadiri oleh instansi-instansi terkait yakni, dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar), asosiasi perusahaan perjalanan wisata Indonesia (ASITA), Padmasana, perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI).

Erwin Effendi sebagai perwakilan kepala dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) provinsi Jambi, dalam presentasinya menyampaikan bahwa salah satu strategi dalam pengembangan wisata yaitu dengan membina kerjasama dengan instansi-instansi terkait.

“Kita perlu adanya koordinasi kebersamaan, karena setiap instansi memiliki ciri khas masing-masing, seperti perkebunan, perikanan. Kita akan bekerja sama dengan taman nasional dengan kehutanan,” kata Erwin.

pada masa covid-19 ini, tentu akan ada hambatan dalam melakukan promosi produk-produk wisata Jambi, oleh sebab itu Disbudpar melakukan promosi melalui sosial media (digital marketing) seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya, karena dinilai cukup ampuh dalam memasarkan produk di kondisi covid-19 yang saat ini di alami.

“Keunggulan digital marketing yaitu, murah, efektif, interaktif, merespon isu dengan cepat, target khalayak yang spesifik, lebih terukur, tidak ada batasan geografis, dan kaya dengan data,” lanjut Erwin.

Branding pariwisata Provinsi Jambi yaitu Explore Jambi, menggunakan logo yang diambil dari konsep bentuk keris siginjai dan perpaduan dengan inisial Provinsi Jambi yaitu j menggambarkan bahwa Provinsi Jambi sangat kuat dengan kebudayaan yang dianut oleh masyarakat Jambi sehingga menjadikan logo tersebut kental dengan budaya Jambi.

Juga ada beberapa elemen kekuatan wisata yang dimiliki Provinsi Jambi serta ciri khas dari budaya Jambi seperti bentuk fosil kerang “Brachiopoda”, keindahan Gunung Kerinci, fosil kayu “araucarioxylon”, dan bentuk angsa yang ada pada batik Angso duo, visual tersebut menggambarkan bahwa terdapat keberagaman alam dan budaya di provinsi. Jambi.

penggunaan tagline “Alam Pusako Bersanding Budayo” bertujuan mempertegas bahwa Provinsi Jambi memiliki kekayaan alam yang melimpah dan potensi wisata alam sejarah yang berumur jutaan tahun dengan kata “Alam Pusako” Selain itu kata “Bersanding Budayo” mencerminkan bahwa masyarakat Jambi tidak akan melupakan adat istiadat dan keanekaragaman budaya yang ada di provinsi Jambi.

“Ketika kita berani membuat logo, kita berani menghadirkan jargon di situ, kita sudah berani menjanjikan sesuatu kepada wisatawan baik itu domestik ataupun mancanegara, ketika dia melihat logo dan slogannya ketika itu pula ia sudah membentuk harapan,” kata Erida yang merupakan dosen marketing di Unja.

Menurut Erida, rencana induk dari penelitiannya beserta kolega yaitu membangun “Branding Pariwisata Provinsi dengan Tagline Explore Jambi”, hal itu sesuai dengan visi dan misi Universitas Jambi yakni menjadikan Unja sebagai The Enterpreneurial Unversity.

“Kalau memang bapak/ibu di dinas pariwisata membutuhkan kami untuk melakukan riset, maka kami akan terbuka untuk bisa membantu disitu,” kata dosen senior fakultas ekonomi tersebut.

Erida menambahkan bahwa penelitian tersebut tidak berujung hanya pada laporan hasil saja, tapi dapat di gunakan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam pengembangan pariwisata di Provinsi Jambi.

Jumardi putra dari seloko institute, berpendapat bahwa kelemahan dalam mengembangkan sektor pariwisata terletak pada kurangnya riset mengenai hal ini, menurutnya nilai-nilai dari objek wisata provinsi Jambi itu dapat tersampaikan melalui literatur yang dihasilkan dari riset-riset yang menjadi harapan Jumardi agar bisa jauh lebih memberikan efek ketimbang yang di upayakan Provinsi Jambi selama ini.

“Sampai saat ini saya belum mendengar riset-riset yang cukup membahagiakan dari disbudpar, tentu bukan mereka yang melakukan, tapi bisa dilakukan oleh perguruan tinggi, oleh karena itu kepada bidang sejarah dan purbakal (sepur), kasih lah duit gitu loh, kepada teman-teman di kampus untuk lebih serius meneliti tentang Jambi,” tandas Jumardi.

Dengan di selenggarakannya FGD branding pariwisata provinsi Jambi ini, diharapkan dapat memberikan arahan mengenai langkah-langkah selanjutnya dalam mengembangkan sektor pariwisata di provinsi Jambi.***

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.