Gara-Gara Kebakaran Hutan dan Lahan, Jambi Rugi 12 Triliun Rupiah

Zumi Zola dan rombongan seusai rapat di Istana Presiden || agus suprianto

JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutlah) di Provinsi Jambi tahun 2015, menimbulkan kerugian sangat besar. Dari 1.564 titip panas di 130 ribu hektar lahan yang terbakar, Jambi rugi sekitar Rp 12 triliun.

“Secara nasional, pada periode yang sama, kerugian akibat karhutlah mencapai Rp 220 triliun,” kata Gubernur Jambi, Zumi Zola, seusai rapat soal karhutlah bersama Presiden Joko Widodo, di Istana Presiden, Jakarta, Senin siang.

Zola mengatakan, karhutla selama 2015 mengakibatkan kabut asap sangat pekat dan merusak lingkungan, termasuk lahan gambut. Kejadian itu jadi pelajaran sangat berharga, jangan sampai terjadi lagi.

“Tahun lalu kita bisa menekan jumlah titik panas mencapai 82 persen, disamping berkat adanya curah hujan,” ujar Zola.

Zola menegaskan, kepala daerah tidak boleh ragu-ragu menetapkan suatu daerah dalam keadaan darurat karhutlah. Dia akan bertindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang masih membuka lahan dengan cara dibakar.

“Pemerintah akan mencabut izin perusahaan yang masih membakar lahan dengan cara dibakar,” tandas Zola.

Dalam penanganan karhutlah di Jambi, pemprov terus berkerjasama dengan TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat dan pemerintah pusat. Dibentuk pula Satgas Penanggulangan Karhutlah dipimpin oleh Danrem 042/Garuda Putih.

Zola menghimbau khusus pihak perusahaan di Jambi agar ikut membantu pencegahan karhutlah. Pihak perusahaan diminta terus memonitor dan ikut memadamkan api jika terjadi kebakaran di areal perusahaannya.

“Saya juga minta pihak perusahaan menyediakan peralatan pemadam api untuk antisipasi. Apabila ada indikasi pembiaran kebakaran lahan oleh perusahaan, akan dicabut izinnya,” tegas Zola. (infojambi.com/DD)

Laporan : Sapra Wintani/HMS

 

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.