Selasa, 19 Maret 2019 | 17:30

Garap Eko Wisata Mangrove, Tanjab Barat Siapkan Dana Miliran

Penulis : Raini
Editor : M Asrori S

Bupati Tanjab Barat Safrial (depan) di lokasi Mangrove.

INFOJAMBI.COM – Pemkab Tanjung Jabung Barat akan lebih fokus dan serius meningkatkan pengembangan sektor pariwisata dari sumber daya alam yang dimiliki.

Bappeda Tanjab Barat bersama instansi terkait, di tahun 2019, sudah merencanakan pengembangan wisata hutan mangrove, total anggarannya mencapai Rp 11,5 miliar.

Kepala Bappeda Kabupaten Tanjab Barat, Ir. H. Firdaus Khatab, MM, mengatakan, hutan mangrove menjadi perhatian dan fokus Pemkab Tanjab Barat, terutama dalam pengembangan kawasan pariwisata daerah di tahun 2019.

“Rencana ini sudah tertuang dalam RPJMD tahun 2019. Kita fokus kembangkan hutan mangrove di Desa Pangkal Babu untuk menjadi ikon wisata baru. Hutan mangrove tersebut sudah diakui dan dikenal oleh pemerintah pusat,” kata Firdaus.

Hutan Mangrove di Provinsi Jambi lanjut Firdaus, hanya ada di perairan Tanjab Barat dan Tanjab Timur. Namun demikian, Tanjab Barat yang pertama berkomitmen penuh dalam pengembangan potensi wisata hutan mangrove.

Ditambahkan Firdaus, Pemkab Tanjab Barat telah menyiapkan anggaran hingga total belasan miliar rupiah, untuk pengembangan hutan mangrove, baik yang bersumber dari APBD maupun dari APBN dan Kementerian.

“Anggaran yang disiapkan dari APBN melalui dana DAK untuk pariwisata sebesar Rp 1 miliar, dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 500 juta, dan yang terbesar dari APBD Tanjab Barat sebesar Rp 10 miliar,” ujarnya.

Dari APBD, Instansi terkait akan menyiapkan satu jembatan penghubung langsung ke lokasi hutan mangrove, memperbaiki akses jalan, serta fasilitas lampu listrik dan air bersih.

Kemudian setelah ada akses jalan dan jembatan serta dibangun fasilitas lain, seperti menara pantau, lapak UMKM, taman, penginapan maupun warung makan di sekitar lokasi.

Bupati Safrial, dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan agar komitmen pengelolaan kawasan mangrove di pantai timur sumatera, di fokuskan pada pengembangan ekowisata. Nantinya diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama para nelayan yang tinggal di sekitar kawasan mangrove.

“Kita ingin nelayan dan masyarakat kita yang tinggal di sekitar kawasan mangrove punya penghasilan serta kehidupan yang lebih layak kedepannya,” ujar Firdaus.***


Kategori Wisata - Seni - Budaya

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.