Gas Air Mata Masuk Halaman Masjid Ar-Raudah, Kapolda : Pengamanan Sudah Sesuai SOP

Penulis : M Hary Rofagil || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM – Aliansi gabungan beberapa ormas di Jambi yang menamai dirinya Aliansi Muslim Indonesia (AMIN), mengecam tindakan polisi yang menembakkan gas air mata di lingkungan Masjid Ar-Raudah, Telanaipura, Kota Jambi.

Penembakan gas air mata itu terjadi dalam aksi unjukrasa menolak UU Cipta Kerja oleh ratusan mahasiswa, Selasa lalu.

Kecaman disampaikan AMIN yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), Pejuang Subuh, Gabungan Advokat Islam (Gamis), Gerakan Infak Beras (GIB), dan Mualaf Center Indonesia (MCI), pada jumpa pers, di Masjid Ar-Raudah, Telanaipura, Jum’at siang, 23 Oktober 2020.

AMIN melalui Koordinator Lapangan (Korlap), Faisal menyatakan, tidak menyukai tindakan aparat keamanan itu. Ada gas air mata masuk ke halaman Masjid Ar Raudhah.

“Empat orang telah bersaksi dan menemukan bekas selongsong gas air mata,” ujar Faisal yang juga Ketua Mualaf Center Indonesia.

Faisal mengungkapkan, kejadian itu membuat anak-anak trauma datang ke Masjid Ar-Raudhah. AMIN mendesak pihak Polda Jambi mengklarifikasi kejadian itu.

“Beberapa anak masjid jadi trauma. Mereka kan mengaji pada waktu magrib. Sekarang mereka ketakutan mau pergi ke masjid. Akibat gas air mata yang masuk kemarin,” katanya.

Setelah jumpa pers, AMIN menuju Polda Jambi, menemui Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Shantyabudi. Setibanya di sana mereka disambut baik dan mediasi berlangsung aman dan tertib.

Dalam klarifikasinya, Kapolda Jambi, Firman Shantyabudi akan mencari tahu bagaimana gas air mata bisa sampai masuk ke halaman Masjid Ar Raudhah. Dia akan menyelidiki masalah tersebut.

“Kami cari tahu dulu semua ini bisa tersebar. UU ITE juga minta yang menyebarkan berita, jangan sampai memanfaatkan medsos untuk kepentingan negatif. Kalau memang ada ditemukan bukti selongsong gas air mata, kami minta pertanggung jawaban. Dapat dari mana itu?” katanya pada awak media.

Menurut Kapolda, pengamanan unjuk rasa waktu itu sudah memenuhi SOP. Gas air mata tetap digunakan untuk pengamanan unjuk rasa dalam kondisi tertentu.

“Itu sesuai SOP, sepanjang itu perlu. Kami tidak langsung tiba-tiba pakai itu,” tegasnya. ***

Kategori Agama

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.