Sabtu, 23 September 2017 | 07:01

GBHN Kembali Dihidupkan, Arah Pembangunan Makin Jelas

Sosialisasi Empat Pilar di Tebo ll Bambang Subagio
Sosialisasi Empat Pilar di Tebo ll Bambang Subagio

MUARATEBO – Anggota MPR RI, Saniatul Lativa Sosiantomo, berpendapat, menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang dihapuskan 15 tahun lalu, merupakan aspirasi sebagian besar masyarakat Indoneia.

Menyikapi aspirasi masyarakat, MPR dijadwalkan akan menggelar sidang tentang amandemen kelima UUD NRI 1945 tahun depan, agendanya membahas wacana menghidupkan kembali GBHN.

“Jika GBHN hidup lagi, bisa dipertimbangkan menjadi pilar kelima. Karena kita saat ini punya empat pilar,” ujar Saniatul Lativa, saat Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) di Keluarahan Wiroto Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, Jumát (25/11).

Saniatul menambahkan, Negara ini memerlukan GBHN, agar setiap Presiden terpilih dalam lima tahun, tidak lantas membuat program baru. Presiden boleh punya visi misi, tapi harus berkaitan dengan GBHN.

Menurut Saniatul, pengelolaan pembangunan hampir tidak jelas arahnya, karena tidak adanya GBHN. Karenanya, MPR telah membentuk lembaga kajian yang melibatkan berbagai pihak untuk mengkaji perlunya GBHN.

“Targetnya, paling tidak sampai 100 tahun Indonesia merdeka menuju 2045, kita punya arah dan tujuan jelas dalam bernegara,” ujarnya.

Menurut politisi dari Fraksi Partai Golkar itu, GBHN yang diperlukan bangsa Indonesia, tidak sama persis dengan GBHN yang pernah diberlakukan di masa Orde Baru.

“Jika sidang MPR menyepakati perlunya mengembalikan GBHN, tentu GBHN tersebut dirumuskan berdasarkan tuntutan dan kebutuhan bangsa Indonesia saat ini,” katanya.

Legislator dari Dapil Jambi itu, menambahkan, kembali GBHN tentunya akan memberi konsekuensi ketatanegaraan, karena kedudukannya yang tidak sama dengan UU. Ada wacana jika GBHN kembali dihidupkan, MPR akan menjadi lembaga tertinggi negara, ujar Sani.

“Hal-hal itu dikembalikan kepada aspirasi yang berkembang, yang dihimpun dan dirumuskan bersama di MPR nanti. Hal-hal yang tidak sesuai di masa lalu tidak diambil,” katanya.

Saniatul berharap, arah pembangunan Indonesia semakin baik dan jelas, jika nanti GBHN akhirnya sepakati untuk dihidupkan kembali.

“Karena tujuan mengembalikan GBHN, memberi kejelasan soal arah bangsa di masa depan,” katanya. (infojambi.com/A)

Laporan : Bambang Subagio

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.