Minggu, 19 November 2017 | 04:14

Gedung DPR RI Terbakar, Managemen Pemeliharaan Perlu Dievaluasi

Gedung DPR RI terbakar.

INFOJAMBI.COM – Kasus kebakaran yang terjadi di Gedung Nusantara III DPR, memperoleh perhatian serius dari pimpinan DPR, mengingat gedung tersebut milik dan sekaligus aset negara yang berusia tua.

Menurut Wakil Ketua DPR, Agus Hermanto, sistem manajemen gedung DPR perlu dievaluasi, karena terbukti sistem keamanan sekarang ini terbukti kurang baik. Agus menyatakan hal itu menyusul terjadinya kebakaran di lantai II, gedung Nusantara III DPR RI Jakarta, pukul 10.50, Selasa (14/11).

“Sekarang terjadi kebakaran, berarti ada sesuatu yang kurang. Ini harus kita perbaiki supaya kedepan tidak ada hal seperti ini lagi. Manajemen gedung ini perlu perbaikan, apalagi gedungnya sudah tua,” kata Agus Hermanto.

Disinggung perlunya penambahan anggaran pemeliharan gedung DPR, Politisi Partai Demokrat ini, menegaskan bisa saja hal itu dipikirkan nanti dalam APBN ke depan. Namun dalam jangka pendek ini belum perlu.

“Tidak usah memikirkan anggaran dulu, yang penting secara manajemen kita benahi dulu, kalau toh dalam manajemen nanti, dibutuhkan suatu anggaran bisa saja disertakan dalam APBN,” katanya.

Agus Hermanto menuturkan, kebakaran memang terjadi di ruang box listrik, namun api berhasil dipadamkan oleh pengamanan dalam (Pamdal) DPR RI dengan cara memecahkan kaca pintu ruangan untuk masuk ke dalam ruangan memadamkan api tersebut.

“Tadi ada kebakaran di ruang box listrik lantai dua, tapi sudah dipadamkan oleh Pamdal. Itu mereka pecahkan kaca untuk masuk padamkan api itu,” kata Agus di lantai dasar Nusantara III.

Dikatakan Agus, ruangan yang terbakar itu tidak ada dokumen-dokumen penting. Ruangan tersebut memang tempatnya berkumpul para teknisi DPR.

“Tidak ada dokumen di ruangan itu, itu memang tempat rapat dan berkumpul para teknisi DPR. Ya teknisi AC, listrik hingga mesin,” ujarnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen DPR, Damayanti, mengatakan jika kebakaran yang terjadi ruang ruang kelompok kerja (Pokja) sipil, ruangan AHU (Air Handling Unit), dan atau panel AC.

“Jadi, yang terbakar ruang Pokja Sipil, yang di dalamnya ada AHU atau panel AC. Ini yang kami rasakan asap dari APAR, kami memang jor sama APAR untuk melindungi kiri-kanan agar api tidak membesar,” tegas Damayanti.

Saat kebakaran, alarm di Gedung Nusantara III itu berbunyi sebanyak empat kali dari pukul 11.02 hingga pukul 11.11 WIB. Api diduga berasal dari panel listrik Atas kejadian itu, pegawai dan pengunjung gedung rakyat itu berhaburan keluar dari dalam ruangan.

Terlihat di lokasi kejadian, terlihat di ruangan lantai dasar, asap mulai memenuhi ruangan membuat pegawai dan pengunjung sudah dievakuasi keluar gedung. Sebanyak 6 mobil pemadam kebakaran dan petugas kebakaran sudah berada di lokasi kejadian. ( Bambang Subagio – Jakarta )




Kategori Lensa

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.