Gelar First Aid Training Berkala, Disnakertrans Provinsi Jambi Puji Konsistensi SKK Migas - PetroChina

SKK Migas - PetroChina Jabung mengadakan First Aid Training, bagian dari program Basic Emergency Response, di Rec Hall Geragai Basecamp, Tanjabtim, Sabtu.

Reporter: Henrosta | Editor: Admin
Gelar First Aid Training Berkala, Disnakertrans Provinsi Jambi Puji Konsistensi SKK Migas - PetroChina
SKK Migas - PetroChina Jabung mengadakan First Aid Training, bagian dari program Basic Emergency Response, di Rec Hall Geragai Basecamp, Tanjabtim, Sabtu | foto : henrosta

INFOJAMBI.COM – Keselamatan kerja menjadi prioritas utama di lingkungan industri hulu migas. Komitmen itu selalu ditegaskan SKK Migas - PetroChina International Jabung Ltd

Salah satunya melalui First Aid Training 2026 yang merupakan bagian dari program Basic Emergency Response, di Rec Hall Geragai Basecamp, Kabupaten Tanjung Jabug Tmur, Jambi, Sabtu (1/8/2026).

Baca Juga: SKK Migas Gelar Sosialisasi dan Media Kompetisi 2016

Pelatihan tersebut diikuti para pekerja sebagai upaya meningkatkan kemampuan memberikan pertolongan pertama saat terjadi kondisi darurat di lingkungan kerja. 

Materi disampaikan oleh instruktur dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, serta Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Provinsi Jambi. 

Baca Juga: SKK Migas – PetroChina Raih CSR Award 2016

Selain teori, peserta juga menjalani simulasi penanganan korban kecelakaan kerja, agar mampu bertindak cepat dan tepat ketika menghadapi situasi nyata.

 <a href=Medical Officer PetroChina Jabung, dr. William Aditya" />
Medical Officer PetroChina Jabung, dr. William Aditya

Medical Officer PetroChina Jabung, dr. William Aditya mengatakan, pelatihan ini selalu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pekerja di lapangan.

Baca Juga: Wagub Harap Kerjasama dengan SKK Migas Semakin Baik

William menyebut, pekerja merupakan pihak pertama yang berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Oleh karena itu, kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat dibutuhkan, sebelum tenaga medis mengambil alih penanganan korban untuk dirujuk ke rumah sakit.

"Ketika terjadi kecelakaan kerja, pekerja yang berada di lokasi dapat segera memberikan bantuan awal sebelum penanganan medis lanjutan dilakukan," tegasnya.

William menjelaskan, PetroChina terus menerapkan standar keselamatan sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 15 Tahun 2008 tentang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan di Tempat Kerja. 

SKK Migas - PetroChina Jabung mengadakan First Aid Training, bagian dari program Basic Emergency Response, di Rec Hall Geragai Basecamp, Tanjabtim, Sabtu | foto : henrosta
SKK Migas - PetroChina Jabung mengadakan First Aid Training, bagian dari program Basic Emergency Response, di Rec Hall Geragai Basecamp, Tanjabtim, Sabtu | foto : henrosta

Selain meningkatkan kompetensi pekerja, perusahaan juga memastikan seluruh fasilitas keselamatan, seperti kotak P3K, tandu, bidai, hingga perlengkapan tanggap darurat lainnya, selalu tersedia di masing-masing area operasional.

Sementara itu, Pengawas Ketenagakerjaan Ahli Madya Disnakertrans Provinsi Jambi, Tri Astuti Wihabsari, mengapresiasi konsistensi PetroChina dalam menjalankan berbagai program K3. 

Menurutnya, sektor hulu Migas memiliki tingkat risiko tinggi sehingga penerapan standar keselamatan harus menjadi budaya yang terus dijaga.

Tri menilai, sinergi PetroChina dengan Disnakertrans Provinsi Jambi selama ini berjalan baik. Berbagai program K3 yang rutin dilaksanakan perusahaan dinilai mendukung upaya pemerintah meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan kerja.

"PetroChina cukup aktif melaksanakan program-program K3 dan menjadi salah satu perusahaan yang tetap konsisten dalam menjalankan aspek keselamatan lingkungan kerja di Jambi," katanya.

Melalui First Aid Training 2026, SKK Migas – PetroChina Jabung berharap budaya keselamatan semakin mengakar di seluruh lini perusahaan. 

Pekerja memiliki kemampuan memberikan pertolongan pertama dan respons cepat dalam kondisi darurat, sehingga risiko kecelakaan di lingkungan kerja diharapkan dapat terus ditekan. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya