Generasi Millenial Itu Keren Tanpa Narkoba

PENULIS : TIM LIPUTAN
EDITOR : DODDI

INFOJAMBI.COM — Narkoba singkatan dari narkotika dan obat-obat terlarang jika dikonsumsi sangat membahayakan kesehatan. Narkoba dapat mempengaruhi kenormalan syaraf manusia.

Apalagi dikonsumsi secara berlebihan, dapat menyebabkan ketergantungan bagi pemakai. Imbas yang ditimbulkan, selain merusak kesehatan, juga berdampak bagi kehidupan sosial.

Demikian disampaikan Kepala Puskesmas Sumay, Kabupaten Tebo, Isdon Saldi SKM, ketika menghadari penyuluhan bahaya narkoba yang difasilitasi Asian Agri melalui unit bisnisnya, PT Rigunas Agri Utama, 20 September 2019.

Penyuluhan bahaya narkoba berlangsung di Balai Desa Tuo Sumay, Kecamatan Sumay, Tebo, Jambi. Hadir Head CSR Asian Agri Welly Pardede, Kapolsek Sumay Iptu M Faisal Siregar, Kepala Desa Tuo Sumay Khairul Hayat, SM PT Rigunas Agri Utama Bibit Sembiring, Manager PMKS Rigunas Riki Santana Harahap beserta staf, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan remaja Desa Tuo Sumay, dokter perusahaan dr Yudi Chandra maupun puluhan siswa SMP Negeri Satu Atap Desa Tuo Sumay.

Isdon memaparkan dihadapan para siswa, narkoba di zaman now kini banyak variannya. Ada yang berbentuk serbuk, tablet, cairan bahkan rokok.

“Untuk itu harus waspada, agar generasi muda terhindar dari dekapan narkoba. Kita membutuhkan generasi yang penuh semangat, bukan generasi loyo dan tidak punya harapan,” ucapnya.

Dari sisi hukum, Kapolsek Sumay, Iptu M Faisal Siregar menyebutkan, setiap orang yang terlibat dengan narkoba ada sanksi hukumnya.

“Sesuai undang-undang yang berlaku di Republik Indonesia, pemakai, pengedar dan pembuatnya akan mendapat ganjaran hukum sepantasnya,” jelas Kapolsek.

Lebih parah lagi, lanjut Kapolsek, dampak yang timbul akibat narkoba cukup kompleks dan membahayakan orang lain.

“Jika seseorang sudah ketergantungan narkoba maka akan terjerumus ke tindakan kriminal dan lainnya, seperti mencuri,” sebutnya.

Kapolsek menegaskan, perlu tindakan tegas bagi pelaku pengedar narkoba dari pihak berwenang, berupa pidana penjara dan bahkan sampai hukuman mati.

Sementara itu, dr Yudi Chandra, dokter perusahaan Asian Agri dalam penyuluhan bahaya narkoba membeberkan, apapun jenis dan bentuk narkoba itu sangat membahayakan bagi kehidupan manusia.

“Mari kita semua nyatakan perang terhadap narkoba, demi kehidupan yang baik,” katanya.

Kades Tuo Sumay, Khairul Hayat menyebutkan, kaum milenial butuh perhatian lebih, karena sedang memasuki masa transisi yang mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif. Salah satu upaya preventif (pecegahan) adalah penyuluhan bahaya narkoba yang difasilitasi Asian Agri.

“Kami ucapkan terima kasih kepada perusahaan yang telah mempedulikan anak-anak kami. Dengan adanya penyuluhan dan pembinaan kerjasama dengan instansi terkait, mudah-mudahan generasi emas Desa Tuo Sumay terhindar dari pengaruh narkoba,” katanya.

Sementara itu, Welly Pardede memotivasi siswa SMP Negeri Satu Atap Desa Tuo Sumay. Keren itu berprestasi, bukan karena narkoba.

“Siswa-siswi harus mampu membanggakan keluarga dengan prestasi gemilang, bukan karena hisapan sebatang kretek tapi dengan karya,” sebut Welly.

PT Rigunas bekerjasama dengan pihak Dinas Kesehatan, Kepolisian dan Pemerintah untuk selalu berusaha membina generasi muda supaya lebih berprestasi.

“Salah satunya dengan cara penyuluhan bahaya narkoba. Target binaan kami memang generasi muda, karena pada usia-usia itu rentan terhadap pengaruh dari luar,” jelas Welly.

Perusahaan Asian Agri menghimbau kepada para orangtua, guru-guru, tokoh masyarakat, tokoh agama untuk bekerjasama dengan instansi terkait bahu membahu memerangi narkoba.

“Generasi emas ini harus kita jaga, kita bina untuk lebih berprestasi,” katanya.

Di sela penyuluhan juga dilakukan perlombaan membuat slogan / imbauan tentang larangan memakai narkoba, jauhi narkoba, bahaya narkoba, hidup sehat tanpa narkoba. Tak hanya itu, Asian Agri juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat Desa Tuo Sumay. ***

Kategori Pendidikan

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.