Senin, 24 September 2018 | 15:27

GO-JEK Perusahaan Start Up Teknologi, Kini Berkembang Jadi on Demand Mobile

Laporan M Asrori S

Head of Ragional Corporate Communication GO-JEK wilayah Sumatera, Teuku Parvinanda (kiri) dan paling (kanan) Supervisor GO-JEK Jambi, Rudy Azwary.

INFOJAMBI.COM – Head of Ragional Corporate Communication GO-JEK wilayah Sumatera, Teuku Parvinanda yang akrab disapa Andri ini, mengatakan, perusahaan GO-JEK dalam skala Nasional sudah hadir dari Sabang hingga Merauke. Hanya dibeberapa daerah tertentu saja, GO-JEK yang belum dirasakan oleh masyarakat.

Pernyataan itu diungkapkan Andri, dalam acara Ngobrol Bareng Mitra Inspiratif GO-JEK Jambi, bersama sejumlah media, di salah satu restoran di Kota Jambi, Kamis (13/9/2018).

Dikatakan Andri, GO-JEK, sebagai perusahaan start up teknologi, kini telah berkembang menjadi on-demand mobile platform yang menyediakan berbagai layanan lengkap, mulai dari transportasi, logistik, pembayaran hingga layanan antar makanan.

Bahkan Pertumbuhan GO-JEK menjadi layanan on-demand, tak lepas dari dukungan para mitra driver yang terus memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk yang dirasakan oleh masyarakat Jambi, ujar Andri.

“Kita masih terus berupaya mensosialisasikan program-program GO-JEK serta manfaatnya bagi masyarakat termasuk di Jambi, karena potensi masih terbuka luas untuk pengembangan GO-JEK,” ujar Andri, bos Medkom Lintas Sumatera ini.

Dalam acara ngobrol bareng itu, menurut Supervisor GO-JEK wilayah Jambi, Rudy Azwary, pihaknya menghadirkan dua orang yang dianggap sukses sebagai mitra driver GO-JEK dan GO-CAR di Kota Jambi. Kedua driver ini berbagi cerita terkait dengan kisah inspiratif mereka setelah merasakan manfaat program GO-JEK SWADAYA.

Orba Sutoyo, Mitra Go-Jek di Kota Jambi.

Orba Suyoto, salah seorang dari sekian banyak mitra GO-JEK di Kota Jambi, mengisahkan, bahwa dirinya mulai merasakan manfaat program Swadaya yang diluncurkan beberapa waktu lalu.

Sebelumnya tak pernah bermimpi untuk berangkat menunaikan ibadah Umroh. Tapi, setelah tujuh bulan  bergabung sebagai mitra GO-JEK, kata Orba Sutoyo, kini menjadi mungkin untuk mewujudkan mimpinya itu, melalui program tabungan Umroh yang diselenggarakan pihak GO-JEK kerjasama dengan BNI Syariah.

“Saya sudah terdaftar sebagai calon Jamaah Umroh, melalui program kerjasama pihak GO-JEK dan BNI Syariah, dengan angsuran sebesar Rp 25 ribu per hari, dipotong dari bonus yang diterima setiap hari, selama tiga tahun,“ ujar Orba, ayah dua anak ini.

Tak hanya itu, untuk memproteksi dirinya terhadap kemungkinan terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama melayani konsumen, dirinya juga terdaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan Pasar Polis.

“Program ini sangat membantu dan dapat memberi rasa aman bagi dirinya saya dan keluarga,” kata Orba menambahkan.

Soal penghasilan selama bermitra dengan GO-JEK, kata Orba Sutoyo, dirinya tak mau berandai-andai. Namun dirinya lebih fokus bagaimana caranya tetap memberikan pelayanan kepada konsumen sebaik mungkin. Tentu dengan begitu, dirinya lebih menikmati pekerjaan sebagai Mitra GO-JEK.

“Saya merasa benar-benar terbantu dengan keringanan biaya pulsa dan kuota data yang lebih besar dengan hanya membayar Rp 70 ribu setiap bulannya,” ujar Orba Suyoto, pria yang tinggal di Kelurahan Kenali Besar Alam Barajo Kota Jambi ini.

Ferry Gunawan Mitra Go-CAR di Kota Jambi.

Sementara Ferry Gunawan, juga salah satu driver mitra GO-CAR, mengaku, menjadi mitra GO-CAR saat layanan ini diluncurkan awal 2017 lalu. Itu artinya, Ferry termasuk orang pertama yang jadi mitra GO-CAR di Kota Jambi. Bahkan menurut Ferry Gunawan, potensi konsumen di Jambi masih sangat besar.

“Sebagai driver GO-CAR, saya bangga karena banyak penumpang yang loyal dengan keberadaan GO-CAR, bahkan sebagian penumpang memberikan kesan positif terhadap pelayanan driver GO-CAR,” kata Ferry.

Dalam acara ngobrol bareng bersama sejumlah media, Ferry menyebutkan, bahwa dirinya termasuk mitra yang terbantu oleh program GO-JEK Swadaya, terutama keringanan pembelian paket data dan pulsa telepon, sehingga memudahkan dalam mengoperasikan armada GO-CAR.

Dalam perbincangan terakhir dengan INFOJAMBI MEDIA, Ferry Gunawan, mengatakan, bahwa sukses tidaknya setiap usaha atau pekerjaan itu, tergantung diri kita. Mau sungguh-sungguh atau bekerja tidak sesuai aturan, seperti standar operasional (SOP) yang diterapkan di perusahaan GO-JEK.

“Jujur saya katakan, sebuah perusahaan tempat kita bermitra itu, maju dan berkembang, karena ada peran kita yang selalu mengutamakan sikap jujur dalam bekerja dengan mengharap berkah dari hasil yang kita peroleh. Tapi juga sebaliknya, perusahaan bisa kolep juga karena ulah kita, lantaran mengabaikan aturan dan selalu berlaku curang serta hal-hal yang merugikan diri kita sendiri, bisa dipecat dan sebagainya, ujar Ferry, yang tinggal bersama keluarga bahagianya, di Kelurahan Talang Bakung Kota Jambi.-


Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.