Gubernur dan Kadis PU Tinjau Pengerjaan Jalan di Tanjabtim

INFOJAMBI.COM — Gubernur Jambi, H Zumi Zola, bersama Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, H Arfan ST MT, meninjau pengerjaan rabat/rigid beton jalan dari Jembatan Aurduri II (Zona V) menuju Pelabuhan Muara Sabak, Tanjabtim.

Jalan Nasional ini sudah selesai pada tahapan (sebelah) untuk spot Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat. Zola dan Arfan turun Rabu (6/9/2017). Targetnya 2018 selesai, tahun ini ada 11.8 km dikerjakan. “Paling lambat 2019,” kata Zola.

Spot Nibung Putih sepanjang 2 Km dengan anggaran Rp 29 miliar, sedangkan spot Kampung Singkep Kecamatan Muara Sabak Barat belum dikerjakan dan segera diperjuangkan Zola ke Menteri PUPR.

“Terus minta ke Menteri PU untuk dapat dilanjutkan, ada rigid beton juga aspal, tergantung kondisi tanah,” jelas Zola.

Zola mengharapkan pemerintah kabupaten membantu mengatur lalu lintas selama pengerjaan jalan yang diperkirakan bisa menyebabkan padatnya arus lalu lintas, karena penggunaan sebelah ruas jalan.

“Ini bisa menyebabkan macet dan tolong dibantu selama pengerjaan jalan,” harap Zola.

Seminggu sebelumnya, Zola meninjau pengerjaan ruas jalan yang sama pada spot Desa Rantau Karya Kecamatan Geragai, Tanjabtim, yang merupakan ruas jalan vital sekaligus menuju pelabuhan Muara Sabak.

Saat ini, ruas jalan tersebut telah dikerjakan sepanjang 5 kilometer dan pada anggaran perubahan APBN dibangun lagi sepanjang 6 kilometer dengan kisaran dana Rp 152 miliar.

“Rp 152 miliar dananya besar sekali, mari sama-sama dirawat dan dijaga,” tegas Zola.

Pengerjaan jalan sepanjang 30 Km yang merupakan kewenangan pemerintah pusat terus diupayakan Gubernur Jambi untuk terselesaikan dengan baik dan cepat, mengingat pentingnya akses jalan bagi masyarakat.

Terkait keberadaan Pelabuhan Muara Sabak, Zola mengharapkan semua dapat dikerjakan dalam waktu bersamaan. “Kita musti sama-sama jalan (kerjakan). Untuk pelabuhan, ada Pelindo II. Saya sudah temui Menteri Perhubungan, ada beberapa titik yang dinormalisasi di 12 Mil itu harus dikeruk, juga ada jalan non status sekitar 2,5 km, termasuk jembatan. Jika sudah oke, pemprov bisa bangun,” ujar Zola. (Raihan — Tanjung Jabung Timur)

 

Kategori Provinsi

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.