Gubernur Jambi Galang Kerjasama dengan UNDP dan BAZNAS

H Zumi Zola menyaksikan penandatanganan Cost Sharing Agreement(CSA) BAZNAS dengan UNDP.

KOTAJAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, terus mengupayakan solusi pemenuhan kebutuhan energi listrik Provinsi Jambi, diantaranya menggalang kerjasama dengan United Nations Development Programme (UNDP), salah satu organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), juga dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Komitmen Zumi Zola disampaikan usai menyaksikan penandatanganan Cost Sharing Agreement(CSA) BAZNAS dengan UNDP, untuk pengembangan pembangunan Listrik Tenaga Micro Hydro bagi masyarakat Provinsi Jambi, di rumah dinas Gubernur, Rabu (19/7/).

Zola menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendorong perekonomian Provinsi Jambi, sebab energi istrik juga sangat penting dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.

“Dari sisi penyediaan energi listrik sesungguhnya kebutuhan Provinsi Jambi sudah cukup terpenuhi, selain melalui pembangkit-pembangkit yang ada juga melalui jaringan interkoneksi Sumatera. Namun, kedepannya perlu dilakukan penambahan sumber energi baru terbarukan, mengingat makin meningkatnya kebutuhan energi sebagai dampak peningkatan aktivitas dan mendorong perekonomian daerah,” ujar Zola.


Ditegaskan Zumi Zola, wilayah Jambi masih menghadapi kendala teknis dalam pelayanan, karena masih sering terjadi “blackout” atau matinya jaringan listrik. Persoalan ini sering dikeluhkan masyarakat, maka diperlukan solusi tepat dari pihak-pihak terkait.

Wakil Direktur UNDP Indonesia, Francine Pickup, mengatakan, kontribusi Baznas menandai sebuah langkah penting dalam penyaluran dana zakat untuk mencapai SDG untuk pertama kalinya di dunia.

“Agenda pembangunan global tahun 2030, adalah rencana ambisius untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan zakat memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi berarti dalam memastikan, bahwa tidak ada perempuan, laki-laki atau anak yang tertinggal,” kata Francine Pickup.

Francine menambahkan, kurangnya akses terhadap lustrik akan menahan masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup mereka dan merupakan kendala utama, untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia.

“Sekitar 28 juta orang hidup dibawah garis kemiskinan nasional,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisioner Baznas, Zainulbahar Noor, juga mengatakan, prinsip-prinsip Islam mendukung proses pembangunan yang inklusif secara sosial.

“Kontribusi ini merupakan bagian dari visi Baznas untuk memiliki dampak yang lebih besar, terhadap pembangunan di Indonesia yang akan menguntungkan masyarakat termiskin dan paling tidak beruntung di negara ini,” katanya.

Saat ini Baznas sudah penyaluran zakat nilainya mencapai USD 350 ribu, untuk mendukung program UNDP dalam transformasi pasar melalui Market Transformation Through Design and Implementation of Appropriate Mitigation Actions in Energy Sector (MTRE3), yaitu program pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang dapat mendukung pengentasan kemiskinan serta pensejahtetaan masyarakat melalui peningkatan akses terhadap energi.

Program ini dipimpin, Ir. Rida Mulyana, M.Sc, Direktur Jenderal Konservasi Energi Terbarukan dan Energi dibawah Kementerian ESDM. Kontribusi pertama itu untuk mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga air mikro di Provinsi Jambi, di Kabupaten Merangin dan Bungo. (infojambi.com)

Laporan : Dedy ll Editor : M Asrori

Kategori Uncategorized

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.