Gubernur Jambi Salurkan Bantuan di Pulau Bayur, Janji Bangun Jembatan Baru Tahan Banjir

Gubernur Jambi, Al Haris, menemui langsung warga terdampak banjir di Desa Pulau Bayur, Pamenang Selatan Merangin, Sabtu.

Reporter: SW | Editor: Admin
Gubernur Jambi Salurkan Bantuan di Pulau Bayur, Janji Bangun Jembatan Baru Tahan Banjir
Gubernur Jambi, Al Haris, menemui langsung warga terdampak banjir di Desa Pulau Bayur, Pamenang Selatan Merangin, Sabtu | foto : kominfo

INFOJAMBI.COMGubernur Jambi, Al Haris, meninjau langsung ke lokasi terdampak banjir, akibat meluapnya Sungai Batang Tembesi di Kabupaten Merangin, persisnya di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, Sabtu (2/5/2026) malam.

Intensitas hujan yang sangat tinggi memicu banjir bandang yang merendam permukiman warga di wilayah Pamenang dan sekitarnya. Selain menyerahkan bantuan logistik, Al Haris menyempatkan diri berdialog untuk menyerap aspirasi serta kebutuhan mendesak para korban.

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Al Haris menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bencana yang menimpa warga di Desa Pulau Bayur dan Desa Selango tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat tetap tabah dan menjadikan musibah ini sebagai momentum introspeksi diri secara kolektif.

“Musibah ini bisa jadi ujian, bisa juga peringatan bagi kita. Yang penting, kita tetap bersyukur, sabar, bersama kita jaga alam ini," ungkap Al Haris di hadapan warga.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Laporan dari lapangan menunjukkan adanya kerusakan infrastruktur cukup parah, termasuk jembatan akses utama warga terputus total. Derasnya arus sungai juga menyebabkan sejumlah rumah milik masyarakat hanyut tanpa menyisakan bangunan.

Al Haris mendesak Pemerintah Kabupaten Merangin segera menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah tersebut. Langkah administratif ini sangat diperlukan, agar alokasi bantuan dari tingkat provinsi maupun pusat dapat segera dicairkan secara legal.

Baca Juga: Rekor Tertinggi, Indonesia Dilanda 1.985 Bencana Selama 2016

"Kita perlu status bencana agar penanganan lebih cepat. Nanti kita bagi, mana yang ditangani kabupaten, mana yang provinsi. Kalau perlu, kita minta bantuan pusat," tegas Al Haris menjelaskan mekanisme koordinasi bantuan.

Selain faktor cuaca ekstrem, Al Haris menyoroti degradasi alam yang disebabkan aktivitas manusia sebagai pemicu utama banjir bandang. Ia menyebut kondisi sungai yang rusak dan maraknya penebangan hutan menjadi faktor yang memperparah dampak luapan air.

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” tambahnya mengingatkan.

Sebagai solusi jangka pendek, Al Haris berkomitmen menyediakan layanan perahu penyeberangan gratis menggunakan dana pribadi. Fasilitas ini diperuntukkan khusus bagi anak-anak, agar tetap bisa mengakses sekolah meskipun jembatan gantung telah hancur.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Sementara jembatan belum dibangun, kita siapkan perahu gratis untuk menyeberang. Ke depan pemerintah provinsi dan kabupaten akan membangun kembali jembatan dengan konstruksi lebih kuat dan memadai, bahkan memungkinkan dilalui kendaraan roda empat agar lebih tahan terhadap banjir," katanya memaparkan rencana rekonstruksi.

Pemerintah daerah berjanji akan memfokuskan program pascabencana pada perbaikan fasilitas umum serta hunian warga yang rusak berat. Seluruh upaya pemulihan akan dimaksimalkan agar stabilitas kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal seperti sediakala.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin, Khafid Moein, melaporkan bahwa hujan deras yang memicu bencana ini berlangsung sejak akhir April lalu. Wilayah Pamenang Selatan menjadi salah satu titik terparah dengan dampak kerugian materiil cukup signifikan.

Khafid merinci, di Desa Pulau Bayur saja terdapat sedikitnya 82 kepala keluarga yang kehilangan harta benda akibat banjir. Tiga unit rumah dilaporkan hilang total terbawa arus, sementara aktivitas perekonomian warga lumpuh akibat akses jalan yang terputus.

Penanganan darurat terus dilakukan tim gabungan di lapangan, guna memastikan suplai makanan dan obat-obatan tetap terpenuhi. Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen akan terus mendampingi warga hingga seluruh infrastruktur vital di Merangin berhasil diperbaiki. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya