Gubernur Jambi Tegaskan Jambore Pramuka Wadah Penggemblengan Karakter

Bumi Perkemahan Abdurahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi menjadi pusat berkumpulnya ribuan anggota Pramuka.

Reporter: SW | Editor: Admin
Gubernur Jambi Tegaskan Jambore Pramuka Wadah Penggemblengan Karakter
Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi 2026 diselenggarakan di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti – Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi | foto : harun al rasyid

INFOJAMBI.COMBumi Perkemahan Abdurahman Sayoeti-Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi menjadi pusat berkumpulnya ribuan anggota Pramuka. Kegiatan Jambore Daerah Gerakan Pramuka Jambi 2026 diadakan di sana.

Pembukaannya ditandai dengan sebuah upacara yang dipimpin oleh Gubernur Jambi, Al Haris selaku Kamabida Kwarda Jambi, Minggu, 21 Juni 2026. Perhelatan akbar ini mengusung tema "Ceria, Berkarya dan Berkarakter Simpatik".

Baca Juga: Haris - Khafid Semarakkan Puncak HKN ke-52

Al Haris menyampaikan rasa syukur atas dimulainya agenda lima tahunan yang menjadi puncak pertemuan pramuka penggalang ini. Momentum tersebut ditujukan bagi anak-anak usia 11 hingga 15 tahun, para pembina, serta mendapat sokongan dari jajaran birokrasi dan warga lokal.

"Saya ucapkan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan jambore ini," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov Diminta Cepat Perbaiki Jalan Putus Depan Kodim

Ia menerangkan bahwa kepramukaan memegang peran vital sebagai pilar pendidikan non-formal di luar sekolah. Sistem ini dirancang untuk memperkokoh fondasi moralitas sekaligus memupuk jiwa nasionalisme pada sanubari generasi muda.

"Pendidikan kepramukaan membentuk pribadi berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa," tegasnya.

Baca Juga: Al Haris Lantik Pengurus HMPM Padang

Al Haris berpendapat, nilai-nilai kebaikan itu yang membedakan pramuka dengan organisasi lain sehingga keberadaannya selalu dihormati publik. Oleh sebab itu, rangkaian agenda dalam jambore ini didesain sedemikian rupa untuk melatih ketangkasan fisik maupun mental anak didik.

"Jambore Daerah ini dirancang sebagai wadah bagi pramuka penggalang untuk mengasah wawasan, keterampilan, kepemimpinan, persaudaraan, dan kemandirian melalui berbagai kegiatan besar dan beragam," ucapnya.

Sisi pembeda dari kegiatan ini terletak pada simulasi hidup bertetangga, pembagian tugas kelompok, serta penanaman prinsip integritas. Masa usia belasan tahun dianggap sebagai fase emas untuk mencetak calon pemimpin masa depan negeri ini.

"Sebagai generasi penerus, adik-adik harus diberikan bekal sejak dini melalui gerakan pramuka agar kelak menjadi manusia berkepribadian, berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kecakapan hidup," jelasnya.

Melalui pengalaman di lapangan, para peserta diharapkan mampu bertransformasi menjadi contoh atau teladan di lingkungan rumah mereka masing-masing. Mereka didorong untuk menjadi sosok yang santun, taat beragama, mandiri, peduli dengan sesama, serta ahli dalam ketangkasan.

Namun, di tengah jalannya acara, Al Haris sempat memberikan catatan evaluasi mengenai ketertiban para peserta yang hadir. Dirinya mengamati masih ada beberapa anak didik yang belum fokus saat baris-berbaris dimulai.

"Upacara tadi telah dimulai, namun masih banyak peserta yang berjalan, disiplin harus dimulai dari sini," katanya.

Al Haris ingin agar koreksi tersebut dijadikan pelajaran berharga bagi seluruh anggota untuk merefleksikan kembali esensi kehormatan pramuka. Sikap patuh pada aturan dinilai sebagai cerminan fundamental dari seorang pandu yang sejati.

"Saya ingatkan pentingnya disiplin dalam proses belajar, meskipun upacara telah dimulai, masih terlihat sejumlah peserta yang berjalan. Tolong, disiplin dimulai dari sini, saya minta semua anggota Pramuka menunjukkan sikap tertib sebagai wujud komitmen terhadap pendidikan dan etika kepramukaan," tambahnya.

Al Haris menggarisbawahi bahwa ajang perkemahan bersama ini adalah tempat pembuktian hasil latihan rutin di gugus depan. Segala teori kepemimpinan dan keterampilan bertahan hidup yang dipelajari selama ini akan diuji secara riil di alam terbuka.

“Kita berharap apa yang mereka timba selama mengikuti kegiatan Pramuka dapat tersambung dan nyata ketika berada dalam kebersamaan seperti ini,” ujarnya.

Melalui interaksi sosial selama berkemah, kualitas asli dari kepribadian seorang anggota pramuka akan terlihat secara alami. Kedewasaan sikap mereka dalam memecahkan masalah kelompok menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan.

“Melalui jambore kita dapat menilai sikap pribadi seorang Pramuka ketika berinteraksi dengan teman sebaya, termasuk etika, perilaku, dan keterampilan yang dimiliki," lanjutnya.

Dirinya optimis jika fondasi mental ini sudah tertanam kuat, maka upaya penanggulangan masalah kepemudaan di masa depan akan jauh lebih mudah diatasi. Karakter positif anak-anak tersebut dipastikan akan menjadi warna dasar dalam kehidupan bermasyarakat kelak.

“Corak mereka nanti akan mencerminkan apa yang mereka terima selama menjadi pelajar dan mengikuti pelatihan Pramuka," pungkasnya.

Dukungan terhadap kesiapan panitia lokal juga datang dari pengurus kepramukaan tingkat pusat yang hadir di lokasi. Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka sekaligus Ketua Umum Panitia Jambore Nasional 2026, Mayjen TNI (Purn) Bachtiar Utomo, menyampaikan apresiasi atas kematangan persiapan Jambi.

"Kwartir Nasional menegaskan komitmennya memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Organisasi ini berupaya menyediakan ruang bagi anggota pramuka untuk tumbuh menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berjiwa Pancasila, serta memiliki kecakapan hidup. Kwartir juga menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi perubahan zaman," jelas Bachtiar.

Pada bagian lain, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi, Sudirman, menguraikan pandangannya mengenai strategi pembentukan watak generasi muda di wilayahnya. Menurutnya, program strategis seperti jambore nasional menjadi instrumen efektif yang tidak bisa diabaikan.

"Karakter tidak terbentuk dalam satu cara. Salah satu upaya konkretnya adalah dengan mengikuti kegiatan berskala nasional seperti Jambore Nasional," ucapnya.

Sudirman menilai keterlibatan dalam forum besar akan memperluas cara pandang anak didik mengenai persatuan bangsa. Metode pembelajaran langsung di lapangan diyakini jauh lebih membekas dalam ingatan para peserta.

"Pembentukan karakter generasi muda di Provinsi Jambi harus dilakukan dengan berbagai cara, termasuk salah satunya melalui jambore nasional ini," sambungnya.

Selain aktivitas lapangan, upacara pembukaan ini juga diwarnai dengan agenda penandatanganan nota kesepahaman formal. Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jambi resmi menjalin kerja sama kemitraan (MoU) dengan Universitas Adiwangsa Jambi.

Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Jambi serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi terkemuka. Tampak hadir Rektor Unja, Rektor UIN STS Jambi, Rektor Universitas Jambi, dan Rektor Universitas Adiwangsa Jambi beserta jajarannya.

Para kepala OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi serta para Bupati dan Wali Kota selaku Ka. Mabicab dalam jajaran Kwarda Jambi juga hadir memenuhi undangan. Kursi VIP juga diisi oleh unsur Pimpinan Kwartir Daerah Jambi beserta pengurus Badan Kelengkapan dan Organisasi Pendukung beserta staf.

Delegasi daerah diwakili oleh para Ketua Kwarcab dalam jajaran Kwarda Jambi yang membawa rombongan masing-masing. Pihak penyelenggara diwakili Ketua Panitia Pelaksana Jambore Daerah Jambi tahun 2026 beserta seluruh anggotanya.

Rangkaian defile upacara ditutup dengan kehadiran para Pimpinan Kontingen, Pembina Pendamping, dan Staf Kontingen Cabang. Seluruh peserta jambore dan tamu undangan lainnya memadati area lapangan utama dengan penuh antusiasme. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya