INFOJAMBI.COM — Sebuah gudang tempat pengolahan dan penimbunan kopra, di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, terbakar hebat, Rabu (26/8/2026) malam.
Peristiwa kebakaran skala besar tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus bergerak cepat menerjunkan armada ke lokasi. Sebanyak 13 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Baca Juga: Belasan Rumah di Kualatungkal Terbakar
Selain armada kendaraan, sebanyak 60 personel pemadam kebakaran diturunkan untuk menaklukkan kobaran api.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi menyebut, laporan awal kejadian pertama kali diterima petugas pada pukul 17.43 WIB.
Baca Juga: Wabup Tanjabbar Serahkan Bantuan kepada Korban Kebakaran
Respons cepat langsung ditunjukkan petugas dengan tiba di tempat kejadian kurang dari lima menit dari Pos Paal Merah.
Meskipun penanganan awal cepat dilakukan, kobaran api dengan cepat membesar saat tim pemadam tiba di lokasi. Kondisi itu membuat petugas meminta bantuan armada tambahan dari Pos Jambi Selatan, Pos Jambi Timur, hingga Markas Komando Damkar.
Baca Juga: Mobil Batubara Terbakar di Lintas Sumatera
Proses penanganan di lokasi kebakaran memerlukan penanganan khusus, akibat karakteristik material yang terbakar. Petugas harus melakukan pendinginan secara intensif, karena tumpukan kopra memicu timbulnya rembesan minyak.
Penanganan api membutuhkan suplai air yang cukup banyak serta penyemprotan bahan khusus, berupa liquid foam. Langkah penanganan ekstra tersebut terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.
"Pukul 17.43 WIB kami mendapat laporan adanya gudang pengolahan kopra terbakar di Talang Bakung. Kami menurunkan 13 unit armada dari mako dan pos pemadam kebakaran terdekat,” kata Mustari.
Setelah api padam petugas melakukan pendinginan, karena ada kopra yang menumpuk dan mengeluarkan minyak.
"Tidak ada yang cedera. Dugaan penyebab kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” jelas Mustari.
Mustari mengungkapkan, upaya pemadaman sempat terkendala oleh banyaknya warga yang menonton kebakaran, sehingga tim pemadam kesulitan masuk ke lokasi.
"Suplai air juga dibutuhkan banyak, karena kebakarannya termasuk eskalasi besar. Kami harus bolak-balik untuk mengisi air,” paparnya. ***
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com