Halangi Akses Masuk ke Masjid Al Aqsa, Warga Palestina Protes

Warga Palestina menendang detektor logam yang dipasang Israel di area masjid Al Aqsa

Israel lagi lagi menunjukkan kebengisannya terhadap warga Palestina. Tiga warga Palestina terbunuh dan ratusan lainnya luka- luka akibat tembakan dari pendatang haram ini ke warga yang protes karena aturan keamanan yang baru ditetapkan Israel di kompleks masjid agung Al Aqsa.

Akibat insiden ini Jum’at (21/7) presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengumumkan pembekuan semua kontak dengan Israel. Kekesalan warga Palestina disebabkan karena dipasangnya detektor logam di kompleks masjid suci tersebut. ”Saya menyatakan penghentian semua kontak dengan pihak Israel di semua tingkat sampai dia membatalkan tindakannya di Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan status quo,” kata Abbas.

Ketiga warga tewas setelah polisi Israel menembakkan amunisi, gas air mata, dan peluru karet untuk membubarkan demonstran Palestina.

Sementara itu Perserikatan Bangsa Bangsa menyerukan pengurangan kekerasan dan ketegangan di Yerusalem. Juru bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan kebebasan umat beragama di Yerusalem harus dihormati.


”Apa yang penting bagi semua orang di tempat-tempat suci, termasuk semua jemaah di tempat-tempat suci, merasa bahwa kebebasan beragama mereka dihormati,” katanya.

Pemimpin dunia juga memprotes tindakan Israel terhadap warga Palestina. Presiden Turki, Erdogan sempat menelepon presiden Palestina dan menyampaikan kepeduliannya terhadap masalah tersebut.
“Batasan terhadap kaum Muslim untuk masuk ke dalam mesjid Al Aqsa sama sekali tidak dibenarkan,” katanya.

Israel juga menutup kompleks mesjid suci tersebut di hari Jumat ini. Ini merupakan kali pertamanya dalam 5 dekade terakhir warga Palestina tidak bisa melakukan sholat Jumat disana.

 

Laporan : Lery Ridha Daulay
Source  : Berbagai Sumber

Kategori Dunia

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.