Hannover Messe Momentum Indonesia Unjuk Gigi Bidang Manufaktur

PENULIS : BAMBANG SUBAGIO
EDITOR : M ASRORI S

INFOJAMBI.COM – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan, Hannover Messe menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperlihatkan kemampuan dalam manufaktur.

Di iven akbar ini, dunia akan melihat kemampuan Indonesia, karena akan menampilkan lima sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0. Antara lain sektor industri tekstil, makanan dan minuman, otomotif, elektronik serta kimia.

“Indonesia memiliki kemampuan dalam manufaktur, di kelima sektor prioritas industri tersebut dan ini perhelatan pameran dagang terkemuka di dunia untuk teknologi industri. Secara spesifik, Indonesia yang menjadi negara mitra resmi acara ini berada pada central stage dalam Hannover Messe ini,” ujar Airlangga Hartarto, dalam sambutan Kick Off & Press Conference Hannover Messe 2020 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Turut hadir Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong, Minister President of Lower Saxony Stephen WEIL, Chairman of the Managing Board, Deutsche Messe Jochen Kockler, Duta Besar Republik Jerman untuk Indonesia Peter Schoof.

Airlangga mengatakan, Presiden Joko Widodo, direncanakan akan menghadiri secara langsung pembukaan perhelatan Hannover Messe, di Jerman yang rencananya berlangsung pada 20-24 April 2020.

Menurutnya, sejalan pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua, sektor industri dan manufaktur akan terus didorong, agar Indonesia bisa mengembangkan ekonomi berbasis inovasi.

”Kemampuan manufaktur itu, untuk membedakan Indonesia yang bergeser dari negara berbasis komoditas, menjadi negara yang berbasis manufaktur,” ujar Airlangga, didampingi Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono; Kepala BPPI, Ngakan Timur Antara; Dirjen Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional, Doddy Rahadi; serta Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional, Toni T.H Sinambela.

Ketua Umum Partai Golkar itu, menambahkan, selain menunjukkan kemampuan infrastruktur, partisipasi Indonesia sebagai negara mitra resmi Hannover Messe 2018, juga dapat memperkuat national branding untuk meningkatkan investasi asing dan mendorong kerja sama di sektor industri.

“Sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi official partner (mitra resmi) Hannover Messe, Indonesia akan menempati Central Pavilion seluas 1.300 meter persegi dan beberapa Paviliun Satelit yang bersifat tematik,” katanya.

Hannover Messe berlangsung di Jerman dan menghadirkan lebih dari 6.500 peserta, dari pelaku industri terkemuka di seluruh dunia berasal dari sekitar 73 negara. Agenda pameran rutin, setiap tahunnya dikunjungi oleh lebih dari 225.000 pengunjung dari sekitar 91 negara dan menghasilkan sekitar 5,6 juta kontak bisnis.***

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.