Jumat, 23 Juni 2017 | 05:12

Hari Bela Negara Berperan Penting dalam Pembentukan NKRI

Fadli Zon, saat memberikan Ceramah Kebangsaan ll Bambang Subagio

JAKARTA – Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, inisitif perjuangan tokoh Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), berkontribusi besar dalam menjaga eksistensi kedaulatan bangsa Indonesia.

Menurutnya, bisa terlihat dari momen pendirian PDRI, atau yang saat ini disebut sebagai Hari Bela Negara (HBN), merupakan tonggak sejarah penting bagi Indonesia.

“Makna dari HBN ini, menjadi sangat penting, karena tanpa ada perjuangan dari PDRI, mungkin tidak ada NKRI. Karena PDRI ini sangat menentukan, meskipun dalam sejarahnya banyak perbedaan-perbedaan pendapat,” kata Fadli Zon, saat memberikan Ceramah Kebangsaan, memperingati HBN mengulas peran penting PDRI dalam terbentuknya NKRI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/12/).

HBN diperingati setiap 19 Desember, berdasarkan Kepres RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, melalui Surat bernomor 28 Tahun 2006.

Fadli Zon menjelaskan, HBN juga berkaitan dengan upaya untuk mempertahankan kemerdekaan, karena setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, kemerdekaan tidak serta merta diraih secara defacto dan dejure. Ini dibuktikan dari sikap Belanda yang ketika itu masih merongrong kedalutan Indonesia.

Politisi F-Gerindra itu mengisahkan, saat itu Presiden Soekarno dan Wapres Mohammad Hatta, ditawan Belanda 19 Desember 1948. Sjafruddin Prawiranegara, yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran RI, yang sedang berada di Bukittinggi, Sumatera Barat, bersama Gubernur Sumatera Barat, Teuku Muhammad Hasan, dan seorang tentara berpangkat Kolonel, bernama Hidayat, membentuk pemerintahan darurat.

Berdirinya pemerintah darurat itu, akhirnya mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mendesak Belanda untuk kembali ke meja perundingan.

“Kurang lebih selama delapan bulan (Desember 1948-Juli 1949), PDRI berhasil meneruskan kepemimpinan Republik dengan menjalankan roda pemerintahan secara bergerilya sampai ke wilayah Aceh,” kisah politisi asal dapil Jawa Barat itu.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB), Batara R Hutagalung yang juga menjadi pembicara dalam acara peringatan HBN ini mengungkapkan, berbagai peristiwa heroik terjadi di Republik Indonesia.

“Selama perang mempertahankan kemerdekaan dari tahun 1945 hingga 1949 membuktikan, apabila seluruh rakyat Indonesia bersatu, Indonesia tidak terkalahkan,” tegas Batara. (infojambi.com)

Laporan : Bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Nasional

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.