Hasil Ekspor Pertanian Jambi Tembus 2,9 Triliun Rupiah

INFOJAMBI.COM – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Jambi mencatat kinerja ekspor pertanian di wilayah kerjanya. Pada Semester I tahun 2021, total volume 718,3 ribu ton dengan nilai ekonomi mencapai 2,944 triliun rupiah.

Capaian volume ini meningkat 20,15 persen dan untuk nilai ekspor meningkat 50,98 persen, dibandingkan performa kinerja ekspor pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini dipicu dengan dilakukannya ekspor langsung dari Pelabuhan Talang Duku, setelah sebelumnya melalui pelabuhan di luar Jambi,” jelas Kepala Karantina Pertanian Jambi, Turhadi Noerachman melalui keterangan tertulisnya, Senin (12/7/2021).

Turhadi menyebutkan, sebelumnya biji kopi dan kayu manis diekspor melalui pelabuhan-pelabuhan lain.

Kini, dengan sinergisitas antar entitas dan pelaku usaha, 27,78 ton biji kopi, dan 122,38 ton kayu manis asal Jambi sudah bisa dieksporHasil Ekspor Pertanian Jambi Tembus 2,9 Triliun Rupiah langsung melalui pelabuhan Jambi.

Buah pinang masih menduduki peringkat teratas sebagai komoditas unggulan ekspor Jambi. Frekuensi pengiriman mencapai 540 kali dengan tujuan lebih ke-12 negara.

“Ada yang menarik dengan komoditas kelapa bulat, ekspornya menurun 12% dibanding tahun lalu. Namun olahan kelapa berupa kopra meningkat empat kali, yakni 1.605 ton, sementara tahun lalu hanya 480 ton,” papar Turhadi.

Sub Koordinator Substansi Karantina Tumbuhan Jambi, Anita menyebutkan, eksportasi komoditas cangkang sawit masih tetap memberikan kontribusi cukup besar, dalam mendongkrak volume dan nilai ekspor Provinsi Jambi.

Meski ekspor cangkang sawit pada bulan April, Mei dan Juni mengalami perlambatan.

“Informasi dari eksportir, salah satu penyebabnya karena kenaikan bea ekspor yang semula 20 USD/ton di bulan Desember 2020, meningkat menjadi 35 USD/ton pada Juni 2021,” ujar Anita.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Bambang, mengapresiasi capaian kinerja ekspor pertanian di Provinsi Jambi pada semester I tahun 2021.

Selain melaksanakan tugas perkarantinaan, berupa pengawasan keamanan dan pengendalian mutu pangan produk pertanian, Badan Karantina Pertanian juga diberi tugas strategis mengawal kinerja ekspor pertanian oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

Badan Karantina Pertanian menyiapkan langkah operasional untuk menjaga performa kinerja ekspor, yakni percepatan layanan, pendampingan pemenuhan persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari dan harmonisasi aturan dan protokol ekspor dengan negara tujuan ekspor.

“Terus perkuat sinergisitas, agar jika terdapat kendala dapat segera dicarikan solusinya. Untuk ekspor kita gerak cepat dan siapkan ‘karpet merah’,” pungkas Bambang.***

Kategori Lensa

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.