Hasil Kerja TPF Dipertanyakan, Terkait Dugaan Perbuatan Asusila Oknum Dosen

Penulis : Ega Roy || Editor : Redaksi

INFOJAMBI.COM – Hasil kerja tim pencari fakta (TPF), dari kampus IAIN Kerinci dalam mengungkap fakta, terkait isu dugaan perbuatan asusila yang menyeret nama salah satu oknum dosen beberapa waktu lalu, mulai dipertanyakan.

Isu dugaan perbuatan tak senonoh yang dilakukan oknum dosen, terhadap beberapa mahasiswi di kampus tersebut, sempat buming seantaro Kerinci beberapa waktu lalu. Bahkan, isu tersebut ramai diberitakan oleh media-media di Kerinci.

Namun isu tersebut sempat meredup dikalangan media, pasca dibentuknya tim pencari fakta dari kampus IAIN Kerinci. Belakangan warga mulai bertanya-tanya, terkait kelanjutan dari hasil kerja tim tersebut.

Menurut warga, pembentukan tim khusus pencari fakta, jangan hanya sebatas formalitas saja atau bisa jadi ada dugaan motif lain dibaliknya.

”Kita mempertanyakan hasil kerja dari tim pencari fakta itu, kalau sudah dibentuk tentu sudah ada kabarlah bagaimana hasilnya,” kata Sony, Rabu (03/02/2021).

Menurut Sony, seharusnya tim khusus yang dibentuk harus terbuka kepada publik dalam mencari fakta. Jangan sampai justru memunculkan opini baru yang menduga-duga bagi publik.

”Harusnya tim yang dibentuk itu terbuka, sampai sejauhmana mereka bekerja dan bagaimana hasil yang mereka dapatkan? ” kata Sonny.

Sebab sambungnya, ini menyangkut nama baik kampus dan juga nama baik oknum dosen yang disebut-sebut.

”Ini kan menyangkut nama baik oknum dosen dan nama baik kampus juga. Makanya harus ada jawaban,” pungkasnya.

Hingga saat ini setelah dibentuk, hasil kerja tim pencari fakta masih misterius, belum mengeluarkan pernyataan apa-apa terkait hasil kerja mereka.

Sementara itu, Warga Kerinci lainnya, Kusnadi, meminta tim pencari fakta membuka hasil kerja mereka kepada publik. Sebab menurutnya, dengan terbuka kepada publik akan lebih baik demi menjaga nama baik kampus dan nama baik oknum dosen.

”Kita minta terbuka, tim itu harus memberi jawaban. Kalau memang isu itu tidak benar, iya katakan saja, biar tidak menjadi fitnah ditengah masyarakat,” katanya.

Padahal sebelumnya, demi menjaga nama baik kampus akibat isu yang telah buming itu, membuat para petinggi kampus bersepakat membentuk tim pencari fakta, guna mengungkap fakta terhadap kasus yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil rapat Rektor bersama petinggi kampus lainnya, 25 Januari 2021 lalu, pihak kampus sepakat membentuk tim pencari fakta yang beranggotakan tujuh orang dan diketuai oleh Wakil Rektor satu IAIN Kerinci. Hal ini dibenarkan oleh Kabiro Puak, Ahmad Yani, saat ditemui wartawan diruang kerjanya, (26/01/2021).

”Iya dari pihak kampus, kita sudah bentuk tim pencari fakta yang beranggotakan tujuh orang yang diketuai Warek satu,” jelasnya.

Menurutnya, langkah ini diambil guna mencari kebenaran dan menyikapi isu yang berkembang dimedia sosial.

“Untuk mencari kebenaran dan menyikapi isu yang tengah berkembang di media sosial, pihak kampus tidak tinggal diam dan sepakat bentuk tim percari fakta,” tambahnya.

Hal senada juga dibenarkan oleh Kabag Umum IAIN Kerinci, Syafriadi, yang merupakan salah satu anggota tim pencari fakta.

”lya selaku anggota tim, kami diberi waktu selama lima hari, tentu kami akan bekerja maksimal sesuai SOP dan kewenangan kami,” ujar kepada wartawan.

Hingga berita ini dipublis, beberapa awak media sudah berusaha ingin menemui langsung petinggi kampus, di gedung rektorat IAIN Kerinci, Selasa (02/02/2021) sekitar pukul 02:30 Wib sore, namun ruangan terlihat kosong.***

Kategori Kerinci

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.