Sabtu, 22 Juli 2017 | 07:28

Haul Syekh Abdul Qadir Al Jailani Dihadiri Puluhan Ribu Jemaah

KUALATUNGKAL ‎– Haul Akbar Syekh Abdul Qadir Al Jailani, di Pondok Pesantren (ponpes) Al-Baqiatush Shalihat, Sungainibung, Kecamatan Tungkalilir, Tanjabbar, dihadiri sekitar 20 ribuan jemaah, Selasa sore.

Jemaah datang dari seluruh wilayah di Tanjabbar dan daerah tetangga. Sejak pagi lautan manusia berpakaian serba putih berbondong-bondong mendatangi lokasi, mencari tempat paling depan.
​ ​
Mereka sengaja datang untuk mengikuti dzikir dan do’a bersama Haul Syekh Abdul Qadir Jailani dan mendengarkakn Tausiyah agama oleh Al-Habib Thohir bin Abdullah Al-Kaff, Pimpinan Ponpes Darul Hijrah Tegal, Jawa Tengah.

Ketua Panitia Haul, Drs H Anwar Sadat M.Ag mengatakan, acara tersebut juga sekaligus haul KH M Nawawi Berjan dan Syekh KH M Ali bin Abdul Wahab, pendiri Pondok Pesantren Al-Baqiatush Shalihat, dan Milad ke-38 Majelis Taklim Al-Hidayah Induk Kuala Tungkal yang ke-38 serta Milad Pondok Pesantren Al-Baqiatush Shalihat Kuala Tungkal.

Anwar mengatakan, kegiatan ini merupakan acara keagamaan dan tausiah, mengambil hikmah meneladani spirit religiolitas dan keteladanan Almarhum Syekh Abdul Qadir Jailani.

Haul ini juga untuk memperkuat silaturrahmi, membangun kerukunan umat dan persatuan-kesatuan bangsa.

“Ini tergambar dari kaum muslimin yang hadir dari berbagai daerah,” terangnya.

Senin malam sebelumnya dilaksanakan dzikir, tahlil dan do’a, tausiyah oleh Syekh Rohimuddin Nawawi Al-Bantani Pimpinan Ponpes Al-Azahariyah Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Juga dilakukan shalat tengah malam dan wirid menjelang subuh di Masjid Agung Al-Istiqamah Kuala Tungkal.

Di tengah puluhan ribuan jamaah yang berdesakan sejak pagi itu, hadir Gubermur Jambi H. Zumi Zola beserta istri, Walikota Jambi H Syarif Fasha, anggota DPD RI H. Abubakar Jamalia dan HA Bakri SE, Wakil Ketua DPD RI Prof. Dr. Faruk Muhammad.

Gubernur Jambi, Zumi Zola mengajak semua pihak, terutama generasi muda meningkatkan pengetahuan dalam beragama. Saat ini generasi muda penerus bangsa sudah banyak terpengaruh oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan efek negatif dari perkembangan era globalisasi.

“Pengetahuan agama merupakan salah satu alat untuk menciptakan generasi yang memiliki mental handal. Generasi muda harus meningkatkan pengetahuan agama agar tidak ikut terjerumus kedalam perbuatan-perbuatan yang tidak bermoral,” tegas Gubernur.‎

Dilanjutkan, selain itu baik orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh jajaran pemerintah yang ada di Provinsi Jambi untuk bahu membahu mencegah dan memberantas narkoba. Karena bahaya narkoba ini sudah mengincar generasi muda, dan mengancam kepunahan bangsa.

“Mari kita bahu membahu untuk mencegah dan memberantas peredaran obat gelap dan penyalahgunaan narkoba. Mari juga jaga diri kita, keluarga kita dan lingkungan kita dari bahaya narkoba,” himbau Zola.

Bupati Tanjabbar diwakili Asisten I, R Gatot Soewarso, menekankan, Haul ini sudah dilaksanakan sejak tahun 1993 yang diprakarsai masyarakat Torigoh yang dipimpin Alm KH Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab, hingga kini terus diperingati tiap tahun.

Syekh Abdul Kadir Al Jaelani sebagai seorang Waliyullah, yang telah menunjukkan karomah dan dirasakan pengaruhnya bagi kita semua. Dalam bermasyarakat para ulama memegang peran sangat penting dan strategis, khususnya memperkokoh sendi-sendi etika, moral dan spiritual kehidupan berbangsa dan bernegara. Maka dari itu dalam peringatan Haul ini dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat di daerah ini.

Bupati mengajak, marilah bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, mawas diri terhadap hal-hal yang mempengaruhi kehidupan masyarakat yang damai ini, yaitu dengan cara mengintropeksi diri.

Pemerintah Kabupaten Tanjabbar terus menerus berusaha meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kegiatan yang telah dituangkan dala.

Misi dan visi seperti upaya meningkatkan kualitas hidup (quality of life) masyarakat melalui pemerataan dan perluasan kualitas pendidikan formal dan informal dengan basis sekolah-sekolah agama dan pondok pesantren.

Apalagi saat ini Indonesia harus berhadapan dengan budaya luar, seperti menjamurnya perilaku permisif, adiktif, brulatistik, hedonistik, materialistik, juga rasa malu bangsa ini semakin terkikis. Bahkan tantangan terhadap akidah umat Islam seperti bahaya liberalisasi paham keislaman dan munculnya aliran-aliran sesat, serta kemiskinan yang berpotensi menimvulkan kerawanan akidah dan akhlak, memerlukan perhatian, pemikiran dan penanganan serius. Maka dari itu semua komponen harus bersatu, agar semunya dapat teratasi, kata Bupati dalam sambutan tertulisnya. (infojambi.com)

Laporan : Raini || Editor : Doddi Irawan

Kategori Agama

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.