HBA Letakkan Batu Pertama Perluasan Pembangunan Gedung Markas PMI

Penulis : M Asrori S || Editor : Doddi Irawan

INFOJAMBI.COM — Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jambi, H Hasan Basri Agus (HBA), meletakkan batu pertama perluasan gedung UTD dan Diklat PMI Kota Jambi, Rabu (18/3/2020).

HBA didampingi Ketua PMI Kota Jambi, H Muhammad Nasir, dan pengurus PMI lainnya.

Meski dalam kondisi hujan deras, peletakan batu pertama perluasan gedung di Jalan Dr Syahrial Rahman No 39, Telanaipura, Kota Jambi ini berjalan lancar.

HBA sangat mengapresiasi inisiatif dan perjuangan semua pengurus PMI Kota Jambi, dalam meningkatkan dan mengembangkan fasilitas gedung Markas PMI, khususnya gedung pelayanan UTD PMI Kota Jambi.

“Mudah-mudahan guyuran hujan ini berkah dari Allah SWT, apa yang kita lakukan mendapat ridho Allah SWT. Saya cukup berbangga hati dan berterima kasih atas inisiatif semua pengurus, mengembangkan UTD PMI Kota Jambi untuk mewujudkan pelayanan darah yang lebih baik kepada masyarakat secara keseluruhan,” ujar HBA.

Beberapa minggu lalu, HBA yang juga anggota DPR RI bertemu langsung dengan Ketua Umum PMI Pusat, HM Jusuf Kalla, di Jakarta.

Menurutnya, pengurus PMI Pusat kedepan akan berupaya menyeragamkan desain atau bentuk gedung UTD PMI di seluruh Indonesia.

Jusuf Kalla berjanji membantu dan melengkapi fasilitas yang dibutuhkan setiap UTD PMI.

“Berapa dana dibutuhkan, akan menjadi kewajiban PMI Pusat dan kini masih dalam proses perencanaan,” kata HBA.

Secara pribadi, HBA turut menyumbangkan sebahagian rezekinya untuk pembangunan gedung PMI Kota Jambi sebesar Rp 5 juta.

“Ini bentuk rasa syukur saya dari lubuk hati paling dalam, wujud terima kasih saya kepada seluruh jajaran pengurus PMI Kota Jambi, atas inisiatif yang dilakukan, tidak mensia-siakan tugas yang diberikan masyarakat Jambi dalam memajukan PMI,” pungkas HBA.

Ketua PMI Kota Jambi, Muhammad Nasir melaporkan, gedung yang akan dibangun ini menggunakan dana sumbangan masyarakat dikumpulkan melalui kegiatan Bulan Dana PMI dan dana yang dimiliki UTD PMI Kota Jambi.

Dana masyarakat yang digunakan diperkiran Rp 217 juta lebih. Sedangkan dana dari UTD PMI Kota Jambi berkisar 150- 200 juta rupiah.

“Luas bangunannya 20 x 4,5 meter, terletak di belakang bangunan lama,” papar anggota DPRD Kota Jambi ini.

Nasir menyebutkan, berdasarkan laporan keuangan UTD PMI Jambi, kondisi keuangan sangat baik. Piutang klaim terhadap sejumlah rumah sakit masih cukup besar, mencapai dua miliar rupiah lebih.

“Piutang terbesar ada pada RUSD Raden Mattaher Jambi, sekitar Rp 1,5 miliar. Selebihnya di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta di Kota Jambi serta rumah sakit kabupaten,” ungkap Nasir. ***

Kategori Kesehatan

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.