Selasa, 23 Mei 2017 | 06:17

Hexindo Luncurkan Minyak Pertama

Bupati Tanjabbar, Safrial, melepas minyak Hexindo || doddi irawan
Bupati Tanjabbar, Safrial, melepas minyak Hexindo || doddi irawan

KOTAJAMBI — PT Hexindo Gemilang Jaya mulai menyalurkan minyak hasil eksploitasinya, hari ini. Minyak tersebut diangkut ke Pertamina Bajubang melalui jalur darat sepanjang 140 kilometer.

Peluncuran perdana minyak mentah dari satu sumur yang dikelola Hexindo, di Lapangan Akatara, Blok Lemang, Desa Mekarjaya, Tanjabbar, ini dilakukan oleh Bupati Tanjabbar, H Safrial MS.

Sebelum truk tangki pengangkut minyak dilepas, Safrial melakukan pengguntingan pita dan pemecahan kendi, disaksikan perwakilan PT Hexindo, Fahruddin, dan Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagsel Tirat Sambu Ichtijar.

Seremoni peluncuran minyak Hexindo juga dilakukan di Hotel Hyatt, Jakarta, dihadiri para direksi PT Hexindo, pejabat Kementerian ESDM dan Sekda Provinsi Jambi, H Ridham Priskap.

Perwakilan Hexindo, Fahruddin, menyatakan, produksi minyak di Lapangan Akatara akan ditingkatkan tahun depan. Hampir dipastikan tahun 2017 Hexindo akan menyedot minyak mentah dari lima sumur. Saat ini produksinya sekitar 500 barel per hari.

Sistem pengiriman minyak ke Pertamina juga ditingkatkan. Tahun depan pula Hexindo mulai menyalurkan minyak melalui pipa. Untuk memperkecil cost lifting, Hexindo akan menumpang di jalur pipa milik PetroChina.

Bupati Tanjabbar, Safrial, mengungkapkan, produksi minyak dan gas (migas) di Tanjabbar menunjukkan kemajuan berarti. Saat ini lifting minyak 10.980 barel per hari, atau 53,55 % dari seluruh lifting minyak di Jambi.

“Untuk gas bumi, lifting mencapai 180.762 MMBTU per hari, atau 78,85 % dari seluruh lifting gas bumi di Provinsi Jambi,” kata Safrial.

Safrial mengakui, produksi minyak oleh Hexindo ini sangat membantu Pemkab Tanjabbar. Daerah mendapat tambahan penghasilan, karena dana hasil jual migas juga bertambah.

“Saya berharap kedepannya harga migas minimal bisa US.$.100 per barel,” ujar Safrial.

Safrail memberi apresiasi yang tinggi pada PT Hexindo Gemilang Jaya yang menanamkan investasinya di Tanjabbar. Hexindo diminta selalu memberi informasi dan edukasi ke masyarakat tentang usaha migas.

“Kalau edukasi diberi secara proposional, akan tercipta kondisi transparan dan tumbuh rasa memiliki di masyarakat. Tolong tenaga kerja lokal diikut-sertakan pada pelatihan agar mereka mampu bekerja pada level lebih baik,” pesan Safrial. (infojambi.com)

Laporan : Doddi Irawan

Kategori Ekonomi dan Bisnis

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.