Hj Sherrin Tharia Idolakan Pendidikan Anak Berbasis Al Qur’an

KOTAJAMBI – Proses pendidikan dan pembentukan karakter anak, lewat pendidikan agama dan Al-Qur’an menjadi hal penting dan sangat dinantikan, kata Hj Sheerin Tharia, saat menghadiri Seminar Matematika Al-Qur’an, “Belajar Matematika Mudah Melalui Al-Qur’an”, di Hotel Abadi Suite, Kota Jambi, Sabtu (10/6).

Ketua TP PKK yang juga Bunda PAUD Provinsi Jambi ini, sangat mengapresiasi dilaksanakan Seminar yang diselenggarakan Yayasan Darul Arifin Jambi, diikuti para orang tua dan sejumlah anak-anak.

“Selama ini saya idam-idamkan untuk mendidik anak-anak dengan metode agama (Al-Qur’an),” ungkap Hj. Sherrin.

Pamahaman Al-Qur’an dengan baik membuka berbagai ilmu yang terkandung didalamnya sebagai bukti dapat melakukan cara berhitung dengan mudah dan menyenangkan bagi anak-anak maupun orang dewasa.

“Biasanya anak-anak alergi mendengar Matematika, tapi dengan metode ini sangat menyenangkan,” lanjut Sherrin Tharia.


Kedepan kata Sherrin Tharia, berencana mengadakan seminar terkait dengan matematika Al-Qur’an sekaligus parenting yang sangat membantu proses pendidikan anak-anak.

“Sangat baik bagi orang tua untuk mendidik anak, disamping guru yang selama ini menjadi tumpuan pendidikan,” jelas Sherrin Tharia.

Narasumber, Ir. Bekti Hermawan, M.Kom mengungkapkan, banyak hal yang seringkali membelenggu pikiran dengan beranggapan Matematika menjadi pelajaran yang tidak menyenangkan.Padahal, angka yang diulang dari 0-9.

“Jadikan bilangan menjadi sepuluh dan itu mempermudah,” kata Ir. Bekti.

Menurut Bekti Hermawan, dalam Al-Qur’an ada ayat yang mengajak serta memberi pelajaran untuk manusia yang berpikir, meskipun tidak secara gamblang memberikan keterangan terkait cara praktis. Namun telah diberikan tanda-tanda untuk dipelajari secara mendalam.

“Sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Proses belajar Matematika pada anak-anak, imbuh Bekti Hermawan, semestinya tidak berhenti sebatas scoring dan penilaian yang dilakukan secara formal oleh guru.

“Proses harus berlanjut sampai pada pembentukan pribadi yang unggul dan prestatif, memiliki obsesi serta membentuk pola pikir dan sikap yang lebih baik,” pungkas Ir. Bekti. (infojambi.com).

Laporan : Raihan- Mustar ll Editor : M Asrori

Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.