Humas Kewalahan Ikuti Blusukan Bupati Romi

Bupati Romi blusukan ke Rantau Rasau || foto : willy bronson

MUARASABAK – Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Tanjabtim, Fajar Alamsyah, mengaku sering kecolongan mengikuti blusukan Bupati Tanjabtim, Romi Hariyanto.

Blusukan yang dilakukan Bupati Romi memang kerap senyap tanpa protokoler. Bahkan tak jarang Romi bergerak ke kecamatan atau desa hanya ditemani ajudan dan sopir.

Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun tidak diajak. Karuan saja, masalah ini membuat Kabag Humas kewalahan. Seperti terjadi Jum’at (10/3) pagi. Romi tiba-tiba sudah ada di Kecamatan Rantaurasau.

Walau tetap menggunakan kendaraan dinas BH 1 TZ, mantan ketua DPRD tiga periode itu hanya berangkat bersama supir dan ajudan. Tim liputan humas yang sudah diperintahkan siaga tetap saja kecolongan.

“Pagi sekali tim sudah siaga. Kita tidak mau ketinggalan lagi seperti Jum’at beberapa pekan lalu, saat beliau blusukan ke Geragai. Tapi rupanya beliau tidak mampir ke kantor lagi. Langsung ke Rasau, terpaksa kita ketinggalan lagi, kehilangan momen lagi,” beber Fajar.

Fajar mengaku kedepan akan lebih siaga lagi. Terlebih Bupati Romi memang dikenal tidak suka publikasi.

“Beliau memang pernah bilang tidak butuh popularitas, tentu kita bisa memaklumi, tapi tugas kita sebagai humas juga berkewajiban mendokumentasikan atau mempublikasikan setiap kegiatan beliau. Diminta atau tidak diminta,” tambah Fajar.

Walau ketinggalan, Fajar tetap berhasil mendapatkan informasi akurat tentang kegiatan Bupati Romi. Saat tiba di Rasau, Bupati langsung ke SMAN 1 di SK 16 Desa Rantau Rasau II. Romi menuju kelas IPA I.

Kepada Edy Isman, kepala sekolah, dan siswa kelas tersebut,  Romi kembali mengingatkan agar semangat nasioanalisme harus terus dibangun. Bahkan Romi minta agar membiasakan pengucapan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 setiap upacara. Tidak boleh lagi menggunakan teks panduan.

Seperti biasa, di sekolah ini Bupati Romi juga bertegur sapa langsung dengan para siswa. Kebiasaannya memberi kuis berhadiah juga dilakukan. Pertanyaan yang dilontarkan masih seputar pengetahuan kebangsaan dan nasionalisme.

“Saya berharap nasionalisme tumbuh alami dalam setiap generasi Tanjabtim ini, agar kita bisa membangun dengan semangat yang kuat dan berakhlak luhur,” ucap Romi kepada para siswa.

Usai blusukan ke sekolah, Romi masuk ke Pasar Pelita, pasar utama warga Rantaurasau. Di sini Romi melihat sarana pasar dan berdialog singkat dengan beberapa pedagang. Romi cukup lama memperhatikan drainase sekitar pasar.

Camat Rantaurasau, Sularto, yang menyusul bupati bersama Kapolsek mengaku tidak diberitahu soal rencana kunjungan bupati itu. Untungnya Sularto diberi tahu stafnya yang kebetulan berpapasan dengan mobil dinas bupati saat menuju kantor kecamatan.

Sularto malah mengaku senang bupati berkenan blusukan ke daerahnya. Walau terkesan mendadak, Sularto bersama Kapolsek tetap diajak bupati shalat Jum’at di Masjid Raya Nurul Hikmah SK 17 Desa Bangun Karya.

Kepada jamaah shalat Jum’at, Bupati menghimbau tokoh masyarakat, utamanya tokoh agama dan masyarakat bersama-sama berpacu memakmurkan masjid dan langgar di sekitar tempat tinggal masing-masing.

Menurut Bupati Romi, itu salah satu cara efektif untuk menangkal peredaran narkoba yang cukup meresahkan. Seusai shalat Jum’at Bupati Romi menitip bantuan 200 zak semen untuk pembangunan mesjid. (infojambi.com/d)

Laporan : Willy Bronson

 

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.