Jumat, 28 Juli 2017 | 19:48

ICMI: Jangan Benturkan Islam Dengan Negara

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA – Menanggapi akan berlangungnya aksi Bela Islam Jilid III di Monas, Jakarta 2 Desember 2016 mendatang atau Aksi 212, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI), Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH,  mengatakan, menghargai keputusan mereka yang akan melakukan aksi unjuk rasa itu, sebagai bagian dari hak berekspresi dalam demokrasi.

Namun, Jimly Asshiddiqie menghimbau agar tetap berhati-hati dan tidak terbawa emosi, sehingga rawan dibenturkan dengan negara oleh oknum-oknum tertentu.

“Jika ingin berpartisipasi silahkan, namun turunkan emosinya dan hadapi dengan rasionalitas yang tinggi,” ujar Jimly, dalam acara Rakornas ICMI di Gedung Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (28/11) malam.

Menurut Jimly, ICMI sebagai lembaga intelektual muslim, tetap menghimbau agar umat Islam tetap mengedepankan dialog dalam menghadapi masalah kebangsaan. Karena itu, tugas ICMI sebagai bagian dari pemimpin umat adalah mengarahkan.

“Kita menjaga, agar Islam ini tidak dibenturkan dengan negara dan kebangsaan, seolah-olah kalau melaksanakan Islam itu, anti terhadap negara atau sebaliknya jika bernegara lalu menomorduakan Islam dan agama. Disinilah fungsi kehadiran ICMI dituntut,” kata Jimly.

Mantan Ketua MK itu menekankan, dunia Islam harus bersatu untuk kemajuan peradaban umat Islam, oleh sebab itu Islam tidak bisa dipisahkan dengan konsep kebangsaan.

Jimly juga menegaskan, ICMI harus tetap adil kepada semua golongan atau agama, meski bukan melindungi, namun tetap harus bersikap ramah. Karena itu, ia menghimbau agar kader ICMI juga harus bisa menjadi perekat kebangsaan dilingkungan non muslim, karena ICMI hadir sebagai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kita (Islam) jangan dibenturkan dengan negara, bagaimanapun ICMI-nya itu, keislaman keindonesiaan tidak dapat dipisah. ICMI juga jangan sampai seolah-olah dibenturkan anti agama lain, ICMI itu harus menjadi perekat bangsa dan agama,”katanya.

Ketua Dewan Pakar Pusat ICMI, Zulkifli Hasan, meminta ICMI perlu menyiapkan sebuah konsep dan gagasan bagaimana agar umat Islam dapat mengusai sains dan teknologi.

“Setiap dari kita (Dewan pakar ICMI, red) ketika menulis artikel, tentang sains dan teknologi  maka kaitkanlah penjelasannya tersebut dengan ayat Al-Quran,” katanya.

Pihaknya juga melihat, setelah terjadi fenomena aksi damai 411, melihatkan bahwa umat islam itu bersatu.

“ICMI harus bisa mempersatukan diantara perbedaaan tersebut dan menjadi payung di antara mereka,” ujarnya. (infojambi.com/Rel/A)

Kategori Pendidikan dan Iptek

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.