Lebih lanjut, Davids memberi alasan apa saja faktor-faktor yang membuat kenaikan itu terjadi dari tahun ke tahun. Paling tidak ada 7 faktor dominan yang melandasinya. Pertama, paket transportasi darat di Mina, Arafah dan Saudi naik 100% dibanding tahun 2019 sebagaimana yang ditetapkan oleh Kementerian Haji mereka. Kedua. Value-Added Tax (VAT) atau Pajak Penambahan Nilai (PPN) di Suadi naik dari 5% hingga 15%. Ketiga, biaya transportasi haji naik sekitar 10%.
Keempat, quota haji tahun ini dikurangi hingga 55% di seluruh dunia yang membuat kenaikan biaya per orang. Kelima, biaya penginapan atau hotel juga mengalami kenaikan signifikans. Keenam, boleh jadi akan ada kenaikan biaya pengurusan visa haji (belum diputusin), dan; Ketujuh, terjadinya kenaikan ongkos pesawat kerena adanya dampak dari kenaikan bahan bakar dan jumlah penumpang.
Baca Juga: Ketika Bank Menjadi Sarang Perampok
Akankah biaya ini turun? Ini pasti pertanyaan semua orang. Tapi jika menurut penjelasan Davids, angka-angka ini tidak (mungkin) turun. Hukum ekonomi tentunya berlaku; supply and demand. Dia menekankan, “the demand is there and will always be there, so the supplier will always be in the ‘box seat’. Akan selalu ada hukum tarik menarik dan saling mempengaruhi.
Namun demikian, salah satu tokoh Islam Australia ini menekankan bahwa sesungguhnya artikel ini bukan untuk menjastifikasi masalah harga hajinya namun lebih pada memberi gambaran mengapa terjadi kenaikan ongkos naik haji (ONH) tersebut. Tujuh alasan tersebut di atas cukup signifikans mejadi penyebab kenaikan yang terjadi dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Kemenag : Tak Ada Dana Haji Dipakai Untuk Tangani Covid-19
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com