“108 itu kode untuk tingkat SMP. Itu berlaku di semua SMP yang ada di Provinsi Sumatra Barat. Di surat keterangan itu kan tertulis 208,” ujar Harmen.
Kedua, nama daerah tempat surat keterangan diterbitkan. Seharusnya ditulis Koto Berapak, tapi dalam surat keterangan tertulis Koto Parapak.
Baca Juga: LSM KOMPEJ “Gugat” Ijazah Amrizal
Ketiga, ini yang sangat fatal, nama Kepala SMP Negeri 1 Bayang yang sebenarnya Harmen S.Pd, dalam surat keterangan tertulis Armen S.Pd.
Satu lagi yang tidak kalah gilanya, adalah Nomor Induk Pegawai (NIP) milik Harmen S.Pd, salah total. Harmen masih hafal betul NIP-nya, walau dia sudah pensiun.
Baca Juga: Ungkap Dugaan Ijazah Palsu, Pekan Ini DPD I Golkar Jambi Panggil Amrizal
Harmen menjelaskan, NIP itu terdiri dari 18 digit. Setiap angkanya punya arti, seperti tanggal, bulan dan tahun lahir, tahun mulai bertugas, jenis kelamin, dan nomor urut sebagai PNS.
Dalam surat keterangan yang dilegalisir Amrizal, pada bagian NIP tertulis 1964, sementara NIP Harmen adalah 1963. Angka 1964 atau 1963 menunjukkan tahun kelahiran pemilik NIP. Harmen lahir pada tahun 1963, bukan 1964.
Baca Juga: “Menggugat” Ijazah Palsu Kader Golkar Terus Berlanjut, KOMPEJ Kembali Datangi Polda Jambi
Masih soal NIP, tertera angka 20 pada posisi bulan kelahiran dalam surat keterangan kehilangan ijazah Amrizal. Ini tentunya sangat aneh, karena bulan masehi hanya sampai 12.
BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com