Indonesia Petik Empat Keuntungan Kunjungan Raja Salman

Kunjungan Raja Salman, ada empat keuntungan bagi Indonesia ll Foto: Bambang Subagio

JAKARTA – Wakil Ketua DPR, kordinator bidang ekonomi dan keuangan (Korekku), Taufik Kurniawan, menilai kunjungan resmi kenegaraan, Raja Salman, ke Indonesia merupakan kunjungan bersejarah, setelah 46 silam, pemerintah Arab Saudi, Raja Faisal, juga pernah mengunjungi Indonesia. Ini menunjukkan, Indonesia memiliki daya tarik dan daya pikat bagi Pemerintah Arab Saudi.

Taufik menyebut, ada empat hal penting atau keuntungan yang bisa dipetik dari kunjungan kunjungan Raja Salman, dalam rangkaian kerjasama kedua belah pihak.

Bangsa Indonesia menghormati kedatangan mereka dan mengapresiasi atas kunjungannya dengan jangka waktu yang cukup lama di Indonesia.

“Saya yakin, Indonesia akan memperoleh manfaat besar dari kunjungan ini. Tentu saja ditujukan untuk kepentingan rakyat kita, agar Indonesia secara umum semakin memiliki posisi yang positif di mata global,” ujar Taufik, dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (1/3).

Menurutnya, Pertama perjanjian kerja sama investasi. Arab Saudi sudah mewacanakan kerja sama investasi sebelumnya dengan nilai kerja sama  mencapai 300 triliun.

“Kerja sama ini, tentu sangat menguntungkan, karena potensi investasi di Indonesia, begitu besar,” ungkap Taufik dengan menambahkan, pada saat yang sama Presiden Joko Widodo memang sedang menggalakkan aspek tersebut demi menumbuhkan perekonomian dalam negeri, ” ujarnya.

Kedua menyangkut kerja sama tenaga kerja. jutaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sedang mencari nafkah di Arab Saudi, menguntungkan kedua belah pihak. Meski berbagai persoalan menyangkut keberadaan TKI di Arab Saudi, harus memperoleh perhatian, khususnya aspek keamanan, perlindungan dan kesejahteraan, agar hubungan simbiosis ini bisa tetap menguntungkan Arab Saudi dan Indonesia,” terangnya.

Ketiga sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia juga merupakan penduduk dengan animo ibadah Haji yang cukup besar. Karena itu, warjar kiranya jika Pemerintah Indonesia meminta penambahan kuota yang selama ini telah ada. Apalagi setelah perluasan Masjid Haram di Makkah dan beberapa destinasi ibadah lainnya di wilayah tersebut.

“Kuota haji yang sebelumnya, mencapai 211.000 jamaah, mulai 2017. Pemerintah Arab Saudi menjanjikan kuota tambahan 10.000 menjadi 221.000, bahkan bisa lebih dari itu,” ujar mantan Sekjen PAN itu.

Keempat, lanjut Taufik, kunjungan Raja Salman ini, dapat dimanfaatkan untuk membicarakan peran Indonesia dan Arab Saudi dalam meredakan ketegangan konflik di negara-negata Muslim. Selain itu memberi kontribusi bagi solusi terhadap ancaman terorisme. Khususnya dalam menekan paham-paham radikal yang berkembang di negara-negara Islam. (infojambi.com)

Laporan : bambang Subagio ll Editor : M Asrori

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.