Ini Tiga Penyebab Legislator Perempuan di Parlemen Sedikit

PENULIS : BAMBANG SUBAGIO
EDITOR : DORA

INFOJAMBI.COM — Anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna mengajak partai politik dan organisasi kemasyarakatan untuk memberikan pendidikan politik kepada kaum perempuan dan diberikan kesempatan yang lebih keikutsertaan perempuan dalam posisi startegis. Menurutnya perempuan memiliki peran strategis dalam mensukseskan demokrasi indonesia. Partisipasi politik perempuan merupakan salah satu prasyarat terlaksananya demokrasi.

Emma menyebut ada tiga hal yang menjadi penyebab minimnya jumlah legislator di Parlemen. Pertama, masih kentalnya budaya patriarki seringkali mendiskriminasi perempuan. Kedua, adanya beban berlapis yang ditanggung oleh perempuan di ruang privat dan publik. Ketiga, adanya anggapan bahwa pendidikan dan kemampuan politik perempuan lebih rendah dibandiungkan laki-laki.

“Bagaimana peran perempuan tersebut bisa dimaksimalkan. Kita tidak bisa berbicara demokrasi jika perempuan tidak mendapatkan tempat atau setara dengan laki-laki. Saya ingin perempuan aktif sehingga jumlahnya terus bertambah di legislatif, ” kata Emma Yohanna dalam Sosialisasi Perempuan Pengawas Pemilu dengan Tema “ Sosialisasi Peran Perempuan dalam Pengawasan pemilu Provinsi Sumatera Barat di Hotel Grand Inna Muara Padang, Senin (28/10/2019).

Emma juga mengajak kaum perempuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran kritis dalam diri bahwa keberadaan perempuan dalam mekanisme mengambil kebijakan adalah penting. Semakin banyak perempuan yang terlibat dalam mengambil kebijakan, maka suara perempuan akan mampu mempengaruhi kebijakan yang dibuat.

“Kaum perempuan harus menyiapkan kader-kader terbaik dan berkualitas untuk berpartisipasi aktif dalam bidang politik dengan cara memperkuat kerjasama dan dukungan antar sesama perempuan serta harus menyadari, bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan kesempatan yang sama,” ujar Senator Sumbar itu. ***

Kategori Nasional

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.