Isi Hati HBA

Oleh : Hasan Mabruri

SIKAP Drs H Hasan Basri Agus (HBA), Gubernur Jambi 2010-2015 dan anggota DPR RI 2019-2024 dari Partai Golkar dalam pemilihan Gubernur Jambi 2020 terus diperbincangkan.

HBA yang memperoleh 200 ribu lebih suara dalam Pemilihan Legislatif 2019 diyakini masih memiliki pendukung fanatik.

Wajar bila sikap politik HBA diyakini dapat merubah peta perolehan suara calon Gubernur Jambi, Desember mendatang. Lalu, kemana sebenarnya hati HBA dalam kontestasi politik ini ?

Saya cukup lama mengenal dan berinteraksi dengan sosok kharismatik dan agamis ini. Saya ikut aktif dan menjadi Ketua Media Centre ketika HBA terpilih menjadi Bupati Sarolangun periode 2006-2011.

Saya juga aktif membantu mengurus logistik dalam Pilgub 2010, menjadi Direktur Media Centre HBA-EDI dalam Pilgub 2015.

Terakhir, ikut aktif menemani HBA menyapa masyarakat dalam Pileg 2019, bahkan kami bersama-sama melihat keindahan Danau Depati IV di Merangin, yang menjadi momen awal pergerakan HBA menjelang pileg April 2019.

Penilaian saya, HBA juga sosok yang spesial di mata Dr H AL Haris, salah satu calon Gubernur Jambi 2020.

Saya mafhum betul, kedekatan kedua sosok ini tak terbantahkan. Saya menjadi saksi sejarah kedua sosok ini saling menopang.

Al Haris boleh dikatakan dibimbing oleh HBA selama berkarir di dunia birokrasi maupun politik. Sebaliknya, HBA selalu ditemani Al Haris dalam setiap momentum perjuangan membangun Provinsi Jambi.

Dalam politik, tak jarang orang tertentu berada dalam dilema. Dilema karena ada kondisi politik yang kadang berbeda dengan kata hati.

”San –begitu HBA kerap menyapa saya–, Haris itu pintar, orangnya sungguh-sungguh, dan selalu total dalam melakukan sesuatu,” ujar HBA suatu hari di tahun 2019, sebelum Al Haris memutuskan maju sebagai kandidat gubernur.

Kala itu, saya mencoba mencerna apa yang HBA sampaikan. Diskusi terus berlanjut, akhirnya HBA meminta pendapat saya.

“Kalau Haris maju jadi calon gubernur, gimana menurut Hasan,” lanjut HBA kala itu.

Saya banyak diam, saya hanya menjawab, “kalau pandangan sayo, Bang Haris sangat layak, pengalaman Beliau memimpin Merangin sangat mumpuni”.

Sampailah suatu hari, Al Haris kala itu sedang menunaikan ibadah haji, kisaran bulan Agustus 2019. Saya bertandang ke kediaman HBA di Jakarta. HBA di Jakarta kala itu sedang persiapan pelantikan dirinya sebagai anggota DPR RI terpilih dari Partai Golkar.

Di sana kami berbincang cukup lama, dan akhir perbincangan sampai pada kesimpulan. Saya direstui untuk membantu pemenangan Al Haris dalam pilgub kali ini.

Waktu terus berjalan. HBA akhirnya dilantik sebagai anggota DPR RI dari dan ditempatkan di Komisi V yang salah satu tugasnya mengurusi infrastruktur.

Setelah menjadi anggota DPR RI, HBA yang notabene bapak angkat Al Haris, dalam beberapa momentum sempat turun bersama Al Haris ke Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Sarolangun dan Kota Jambi.

Akhirnya Partai Golkar, tempat HBA bernaung, memutuskan mendukung salah satu cagub di luar Al Haris. Keputusan Golkar ini tentu memiliki konsekuensi politik bagi HBA selaku anggota DPR RI dari Partai Golkar.

Sebagai orang yang tahu etika dan konsekuensi politik, mau tidak mau HBA harus rela ikut dalam kepentingan politik Partai Golkar, walau saya tau hati HBA yang sebenarnya. Saya pun yakin, pembaca tulisan ini juga tahu isi hati HBA. ***

Penulis adalah Pengagum HBA

Kategori Opini

Tags: ,,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.