Jalan Alternative Truk Batubara Bakal Lewat Sridadi

Laporan Raden Soehoer

Pemerintah akhir bahas masalah truk angkutan batu bara di Batanghari.

INFOJAMBI.COM – Soal aktivitas truk angkutan batu bara yang melintasi ruas jalan Provinsi Jambi, terutama di Kabupaten Batanghari, masih terus bergulir dan belum menemui titik terang.

Menyikapi hal itu, Pemkab Batanghari menggelar rapat gabungan, bersama Asisten III Gubernur Jambi, Dishub Provinsi, Dishub Batanghari dan sejumlah pihak perusahaan, dipimpin langsung Sekda Batanghari, Bahtiar Sp, Selasa (24/4).

Rapat gabungan tersebut, menyikapi rencana pembangunan rute jalan alternative angkutan batu bara di wilayah Kabupaten Sarolangun, Batanghari, Muaro Jambi serta Kota Jambi.

Dalam rapat Asisten III Provinsi Jambi, Ir. Tagor, mengatakan, bahwa saat ini truk angkutan batu bara yang melewati jalan umum per-hari nya mencapai ribuan mobil dan persoalan ini memang harus segera di selesaikan.

“Saya berharap, agar angkutan batu bara dijalan umum ini, ditertibkan secepatnya. Hal ini permintaan masyarakat, karena sampai saat ini 1.200 armada perhari yang melintas. Jika harga batu bara naik, hampir bisa dipastikan jumlah armada akan bertambah lagi,” kata Tagor.

Menurut Tagor, ada tiga poin yang akan dilaksanakan. Pertama, rencana jangka pendek jadwal atau jam lewatnya angkutan batu bara. Kedua masih banyak sopir yang mencuri jam keberangkatan dan harus disikapi. Ketiga jangka menengah ini, untuk jalan Sridadi sampai Kota Jambi. Sedang untuk jangka panjang membuat jalan khusus.

“Ada beberapa poin yang kita lakukan, semua sudah kita bahas dan menunggu perkembangan selanjutnya,” ucapnya.

Kadis Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra, mengatakan, menjelang lebaran ini tingkat kepadatan sudah mulai luar biasa. Masyarakat berkeinginan jalan yang dilalui kendaraan batu-bara membuat Rekayasa lalu lintas menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita akan buat rekayasa jalan sebelum Ramadhan dan Idul Fitri, nanti,” katanya.

Dikatakan Kadishub, kepada truck batu bara jangan memarkirkan kendaraan sembarangan.

“Saat ini di jalan raya banyak parkir mobil batu bara, sehingga mengganggu lalu lintas di jalan,” imbuhnya.

Pihak Dishub juga akan berkoordinasi ESDM masalah mulut Tambang. Masalahnya, itu wewenang dari ESDM.

“Kalau Dishub berperan untuk menangani muatan angkutan batu bara, kalau untuk muatan tambang itu wewenang dari ESDM,” jelasnya.

Kadis ESDM Provinsi Jambi, Hari Andria, menyebutkan saat ini perlu konfirmasi masalah aturan waktu, kepada seluruh pengusaha batu bara, di Jambi.

“Terkait masalah aturan tersebut, kita akan panggil seluruh pengusaha batu bara,” tegas Hari Andria.

Untuk Kadishub Kabupaten Batanghari, Sofyan, menyebutkan, wilayah Batanghari tempat penumpukan angkutan batu bara.

“Kita minta buka kerannya, artinya kita minta sistem pengaturan harus di perbaiki, karena sekali lepas ribuan angkutan, pengaturan jam tidak efektif,” kata Sofyan.

Sementara pengusaha dari Sarolangun sebagai koordinator pengusaha batu bara di Jambi, harus siap membangun jalan dari Sridadi sampai ke Tempino, membangun sekaligus merawatnya.

“Kami dari Dishub Batanghari, intinya siap dan mendukung Pergub dan Perbup tersebut,” jelasnya.***

Editor : M Asrori S

Kategori Batanghari

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.