Jalan Nasional Hancur, Pemerintah Terkesan Tutup Mata

PENULIS : RADEN SOEHOER
EDITOR : WAHYU NUGROHO

Kondisi jalan lintas Muara Bulian-Jambi yang rusak (foto Raden Soehoer)

INFOJAMBI.COM – Sepertinya belum ada upaya Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk memperbaiki jalan lintas Jambi-Muarabulian yang notabene merupakan jalan Nasional. Padahal kondisi jalan lintas tersebut semakin hancur. Alhasil, setiap hari pasti terjadi kemacetan.

Untuk titik yang paling parah saat ini berada dikawasan desa Tebing Tinggi kecamatan Pemayung dan desa Rantau Puri. Sepanjang jalan tersebut beberapa titik badan jalan sudah berlobang. Hal ini yang menyebabkan macet. Tak jarang beberapa kendaraan tonase tinggi terbenam di badan jalan yang rusak.

Menurut warga setempat, ada beberapa faktor yang menyebabkan jalan rusak. Salah satunya yaitu angkutan truk batubara yang setiap malamnya selalu kompoy seperti ular. Ditambah lagi musim hujan saat ini, jalan yang semula rusak ringan kini hancur lebur bahkan sudah berlumpur. “Bayangkan saja, kalau mau ke Jambi dari arah Muarabulian butuh waktu 3 jam baru nyampe ke Jambi,”kesal Pratiwi pengguna jalan, Kamis (28/3/2019).

Warga berharap, pemerintah pusat dan pihak Provinsi segera memperbaiki jalan. Jika dibiarkan seperti kondisi saat ini, khawatir berakibat fatal terhadap pengguna jalan lainnya. “Kalau pengguna jalan ada kerabatnya di desa Tebing Tinggi terpaksa ikut macet. Mau lewat Ness dak mungkinlah, karena putar arah bahkan lebih jauh, pasti juga terjebak macet di desa Tebing Tinggi,”ujar Pratiwi.

Informasi lain menyebutkan, di wilayah Tembesi saat ini kondisi jalannya juga mulai hancur. Truk tonase seringkali kandas di bahu jalan yang berlobang. “Arah Tembesi macet jugo bang, jalan hancur. Kek mano pemerintah ni dak biso atasi jalan ni. Rakyat semakin menderita bang, belum lagi tingkat kecelakaanya makin tinggi,”ungkap Ujang warga Tembesi.

Untuk diketahui, selama jalan Lintas Jambi-muarabulian hancur, mobil Bus Jatra dan truk besar arah Jambi melintas di jalan Ness. Jalan alternatif tersebut tak sewajarnya dilintasi kendaraan berbadan Besar.

Namun, akibat jalan Nasional hancur, mobil berbadan besar memilih melintasi jalan Ness. “Tadi pagi nyaris terjadi kecelakaan di Ness. Bus Jatra dengan kecepatan tinggi melintas. Sementara banyak kendaraan pribadi yang melintas juga. Ini sangat berbahaya untuk kendaraan lain. Kami harap pihak Dishub turun tangan mengatasi masalah ini,”kata Udin pengguna jalan.***

Kategori Lensa

Tags:

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.