Senin, 18 Desember 2017 | 17:54

Jalan Simpang Tata Diprioritaskan

INFOJAMBI.COM — Kegiatan reses anggota DPRD Sarolangun Dapil Sarolangun IV kedua di Batang Asai, yakni Desa Lubuk Bangkar dan Muara Pemuat, beberapa waktu lalu, menyerap aspirasi mayarakat.

Jalan Simpang Tata yang menjadi kebutuhan prioritas akan dilakukan peningkatan. Anggota DPRD Sarolangun Dapil IV melakukan reses, H Hapis Hasbiallah dan Bambang Gunawan, didampingi Kabag Umum DPRD Sarolangun, Abdullah Idris.

Wakil Ketua DPRD Sarolangun, H Hapis Hasbiallah mengatakan, salah satu alasan jalan Simpang Tata menjadi prioritas peningkatan, karena wilayah itu merupakan sentra pertanian cabe dan sayur-sayuran untuk Sarolangun.

“Kalau kondisi jalan Simpang Tata dibiarkan rusak, pengembangan hasil pertanian terhambat, salah satunya dalam mengangkut hasil cabe dan sayur-sayuran,” katanya.

Diupayakan peningkatan jalan Simpang Tata dibangun melalui APBDP 2018. Jika tidak terkejar di APBDP 2018, akan diusulkan di APBD 2019.

“Kalau dibangun melalui APBD Sarolangun 2018, tidak mungkin, sebab kegiatan reses dilaksanakan pasca pengesahan APBD 2018. Pastinya peningkatan jalan Simpang Tata dibangun di APBDP 2018 atau APBD 2019,” jelasnya.

Hapis menilai, panjang jalan Desa Lubuk Bangkar, Muara Pemuat dan Muara Cuban sekitar 12 km. Ketiga desa tersebut berada di wilayah perbukitan. Justru itu untuk peningkatan jalan akan dibangun rigid beton, sehingga jalan bertahan lama.

“Kondisi jalan saat ini berlumpur jika datang hujan, sebaliknya berdebu ketika musim panas, malah ada juga kondisi jalan berlubang,” cetusnya.

Anggota DPRD dari Fraksi PPP, Bambang, menyebutkan, kerusakan jalan Desa Lubuk Bangkar dan Muara Pemuat sangat memprihatinkan. Ini menjadi perhatian pemerintah untuk dibangun pada tahun berikutnya.

“Kami upayakan masuk APBDP 2018 atau APBD 2019,” tandasnya. (Rudy Ichwan — Sarolangun)

Kategori Politik

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.