Jumat, 16 November 2018 | 10:34

Jambi Sekarang Punya Batalyon Infanteri Raider

Laporan Tim Liputan
Editor : IJ2

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan meresmikan Yonif Raider 142/Ksatria Jaya (foto : tri)

INFOJAMBI.COM — Panglima Daerah Militer (Pangdam) II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan menjadi inspektur upacara validasi dan peresmian Batalyon Infantri (Yonif) Raider 142/Ksatria Jaya, di Markas Yonif Raider 142/KJ, kawasan Kasang, Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (24/10/2018).

Dipimpin komandan upacara Letkol Inf M Arry Yudistira, prosesi validasi Yonif Raider 142/KJ berlangsung khidmat. Upacara dihadiri pula oleh Wakapolda Jambi, Brigjen Pol Ahmad Haydar.

Pangdam Mayjen Irwan mengingatkan para prajurit raider agar tidak arogan dan tetap menjadi tentara yang rendah hati. Perubahan batalyon ini mengandung makna strategis, dalam rangka pengamanan wilayah sebagai respon mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Darat.

“Saya berharap Yonif Raider 142/KJ menjadi bagian dari perang atau pertempuran konvensional, bisa melaksanakan tugas sesuai mottonya, yakni bergerak dengan cepat, senyap dan tepat untuk merebut dan menghancurkan sasaran,” tegas Pangdam.

Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan, didampingi komandan upacara, Letkol Inf M Arry Yudistira (foto : tri)

Pangdam menegaskan, perubahan status Yonif 142/KJ menjadi batalyon raider bukan hanya untuk membanggakan diri, tapi menambah profesional dan mampu melaksanakan tugas-tugas yang diemban dari kemampuan tersebut.

“Bertugaslah secara profesional. Jangan menjadi prajurit yang arogan terhadap masyarakat dan aparat negara lainnya. Bertugaslah dengan hati dan sopan santun dalam berinteraksi dengan masyarakat dan komponen bangsa lainnya,” pesan Pangdam.

Pangdam minta jajaran Yonif Raider 142/Ksatria Jaya segera beradaptasi dan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, Polri dan masyarakat.

Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sebagai kekuatan penindak, kekuatan satu batalyon raider (yonif/raider) setara tiga kali lipat kekuatan satu batalyon infanteri (yonif) biasa di TNI Angkatan Darat. Setiap batalyon raider terdiri atas 747 personel. Mereka memperoleh pendidikan dan latihan khusus selama enam bulan untuk perang modern, anti-gerilya, dan perang berlarut.

Tiap-tiap batalyon dilatih memiliki kemampuan tempur tiga kali lipat batalyon infanteri biasa. Mereka dilatih melakukan penyergapan dan mobil udara, seperti terjun dari Helikopter. 50 orang personel di antara 747 orang personel dalam satu batalyon Raiders memiliki kemampuan anti teror dan keahlian-keahlian khusus lainnya. ***


Kategori Hukrim

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.