Jaringan Media Siber Indonesia Dideklarasikan, Kemenkominfo Beri Apresiasi

Penulis : Tim Liputan
Editor : Dora

Salah seorang pendiri JMSI, Mursyid Sonsang, menyerahkan mandat pembentukan JMSI Provinsi Gorontalo kepada Ridwan Moohoduto / photo : ist

INFOJAMBI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) resmi berdiri. Deklarasinya dilakukan disela-sela peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020) sore.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengapresiasi pendirian JMSI. Deklarasi organisasi perusahaan pers ini dinilai cara yang pantas.

“Ini salah satu cara untuk menyikapi tantangan besar yang dihadapi masyarakat pers dan bangsa Indonesia,” kata Staf Ahli Menteri Kominfo, Prof. Dr. Henri Subiakto, menyampaikan sambutan pada deklarasi yang diselenggarakan di Ruang Mendawai, Hotel Aria Barito, Banjarmasin.

Deklarasi dihadiri sejumlah tokoh pers nasional, seperti Ilham Bintang, Sasongkotedjo, Rossiana Silalahi dan Teguh Santosa.

Selain itu hadir pula tokoh pers daerah, seperti Dheni Kurnia, Mursyid Sonsang, Syahrial Aziz dan Mahmud Marhaba. Turut hadir Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Henri Subiakto mengatakan, pada praktiknya media massa berbasis internet tidak bersaing dengan sesama mereka, tapi juga dengan penyedia konten individual yang mendapat keuntungan dengan menyediakan konten atau isi yang beragam dan menarik minat masyarakat.

“Tidak selamanya media dalam bentuk perusahaan seperti yang bapak-bapak kerjakan,” ujar Henri.

Henri menyebut sejumlah nama pesohor di dunia maya, seperti Atta Halilintar, Awkarin yang punya nama asli Karin Novilda, juga Ria Ricis yang punya nama asli Ria Yunita.

Harian Inggris The Sun melaporkan, baru-baru ini Atta Halilintar mendapatkan keuntungan setara Rp 22 miliar setiap bulan.

Sementara Awkarin yang memilih berhenti dari Fakultas Kedokteran UI, mendapat keuntungan sekitar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta per bulan.

“Mereka tidak perlu wartawan lagi. Mereka tidak merasa harus menjadi bagian dari organisas wartawan atau organisasi perusahaan media,” ujar Henri.

“Everybody can be a journalist. Itulah sebabnya muncul persoalan seperti hoax, atau banyak information disorder, istilah yang disampaikan Pak Presiden Joko Widodo,” kata Henri.

Selain untuk menghadapi tantangan dari dalam negeri, JMSI juga dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dari luar negeri dalam bentuk beroperasinya apa yang disebut sebagai OTT, over the top, seperti Google, Youtube, Facebook, Instagram.

Ketua Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang menyatakan, PWI membutuhkan organisasi seperti JMSI, dengan harapan perusahaan pers media siber yang tumbuh subur di Indonesia dapat menghasilkan karya jurnalistik bermutu dan bermanfaat.

“Anggota JMSI harus terus menerus mengingatkan wartawannya untuk menghormati kaidah dan etika jurnalistik,” ujar Ilham.

Adapun salah seorang pendiri, Teguh Santosa, yang diminta menyampaikan sambutan mengatakan, JMSI didirikan untuk membantu terciptanya ekosistem pers yang sehat di tanah air.

“Ada sekitar 43 ribu media massa berbasis internet, dan jumlahnya mungkin akan terus bertambah,” ujarnya.

Setelah deklarasi, peserta yang merupakan perwakilan dari 21 provinsi secara aklamasi menunjuk Mahmud Marhaba sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum.

Mahmud bertugas menyelenggarakan Munas di Riau, sekitar bulan Juli. Peserta deklarasi JMSI juga memutuskan pembentukan dua komite, untuk membahas AD/ART dan pembuatan badan hukum.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry CH Bangun, menyambut baik deklarasi JMSI. Dia mempersilakan JMSI mendaftar ke Dewan Pers untuk menjadi konstituen Dewan Pers. #

Kategori Nasional

Tags: ,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.