Jelang Natal dan Tahun Baru, Satgas Pangan Tinjau Harga Sebako

ADVERTORIAL
Editor : M Asrori S

Toko sembako (Ilustrasi).

INFOJAMBI.COM – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Jambi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Angso Duo, guna mengetahui langsung harga komoditi pangan sekaligus memastikan ketersediaan stok sembilan bahan pokok (Sembako), jelang perayaan natal dan tahun baru 2019, Senin (17/12/2018).

Tim sidak terdiri Asisten II Sekda Provinsi Jambi Ir. Agus Sunaryo, Kadis Perindustrian dan Perdagangan. Ariansyah, Kepala Bulog Jambi Bachtiar, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Bayu Martanto, serta perwakilan kepolisian serta dinas/instansi terkait lainnya.


Dari sidak itu diperoleh infomasi harga-harga komoditi pangan masih dalam standar harga, daging ayam Rp 25.500 sampe Rp 30 ribu/kg, daging sapi Rp 120 ribu sampe Rp 130 ribu/kg, harga cabai Rp 40 ribu/kg, beras premium Rp 9.450 per Kg, harga daging Bulog, daging beku Bulog (daging beku kerbau) Rp 80 ribu/Kg.

Ir.Agus Sunaryo mengatakan, sidak ini untuk memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok stabil dan aman.

“Jika ternyata harganya melambung tinggi, sementara supply cukup, maka tim Satgas Pangan harus mengawasi distribusinya. Bisa saja ada spekulan di lapangan, tapi berdasarkan apa yang kita pantau semua harga masih aman dan stabil. Tim Satgas Pangan Provinsi Jambi akan terus melakukan pemantauan, baik harga maupun stok sembako di pasar-pasar tradisional di Jambi,” ujar Agus Sunaryo.

Bahkan menurut Agus Sunaryo, jika terjadi lonjakan harga pangan, akan dilakukan intervensi pasar, termasuk jika terjadi lonjakan harga pangan di kabupaten/kota, Pemprov Jambi akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten/kota juga dengan pihak Bulog.

”Selama ini, Bulog terus melalakukan operasi pasar Divre Bulog yang menyediakan bahan-bahan pokok telah tersedia di pasar tradisional, pemukiman warga, dan di tempat tempat ramai lainnya, sehingga stok untuk masyarakat mencukupi, dan tidak terjadi lonjakan harga yang begitu signifikan,” ujar Agus Sunaryo menambahkan.

Tim Satgas Pangan, juga masih menemukan penjualan daging beku yang tidak sesuai prosedur, penjualan beras premium dengan merk Panda yang ditaruh dalam karung beras bulog.

Menindak lanjuti hal itu, Tim Satgas Pangan Provinsi jambi menginstruksikan instansi terkait di daerah, untuk memberitahukan kepada pedagang, terkait prosedur penjualan daging beku yang benar, dan Kepala Bulog meminta untuk tidak menggunakan karung beras Bulog, untuk wadah merk beras lain, karena berbeda harga dan kualitas. ( Maria/Mustar/Humasprov )

Kategori Provinsi

Tags: ,,

Tanggapan Anda

Alamat email Anda tidak akan kami tampilkan.