Jumat Kelabu di Pematang Kandis, Pamit Terakhir Agung…

Jumat Kelabu di Pematang Kandis, Pamit Terakhir Agung

Reporter: Jefri | Editor: Admin
Jumat Kelabu di Pematang Kandis, Pamit Terakhir Agung…
Agung Astria Antoni ditemukan meninggal dunia, polisi lakukan penyelidikan | foto : jefri

INFOJAMBI.COM — Pagi itu, Jumat, 25 September 2026, matahari memancar seperti biasa di RT 22, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Merangin, Jambi. Tak ada yang ganjil dari gelagat Agung Astria Antoni. 

Pria berusia 31 tahun itu masih menyapa pagi bersama keluarganya. Sekitar pukul 10.00 WIB, ia memanaskan sepeda motor. Agung pamit kepada istrinya, Tantri Nurmaya, untuk menjemput buah hati mereka di sekolah.

Baca Juga: Tak Kuat Mengurus Ibunya Sedang Sakit, Siswi Pesantren Gantung Diri

Satu jam berselang, Agung kembali. Sepeda motornya terparkir rapi di halaman. Langkah kakinya menuntun sang anak masuk ke dalam rumah. 

Namun, ada yang berbeda. Roda percakapan hangat yang biasanya mengalir, mendadak tersendat. Menurut Tantri, suaminya lebih banyak diam. Pandangannya kosong, terbungkus raut wajah yang enggan banyak bicara.

Baca Juga: Kecewa Tak Dapat Perhatian, Pelajar SMP Gantung Diri

Pukul 12.00 WIB, tatkala azan berkumandang, Agung melangkah keluar rumah. Tantri hanya menatap sekilas dari ambang pintu.

Ia menduga suaminya sekadar ingin bermain atau mencari angin segar ke rumah tetangga. Tak ada pertanyaan yang terlontar, tak ada firasat yang mengusik.

Baca Juga: Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri, Warga Kubang Agung Heboh

Langkah waktu terus berjalan hingga siang menembus kawasan belakang Pasar Baru. Pukul 13.10 WIB, Rahmat Anila (27), menyusuri jalan setapak di belakang rumah Agung. Pemuda itu membawa wadah pakan, berniat memberi makan ayam-ayam di kandang.

Namun, langkah Rahmat terhenti mendadak. Tatapannya tertuju pada satu titik di area belakang rumah yang sepi. Agung tergeletak tak sadarkan diri dalam kondisi mengenaskan. 

Jeritan Rahmat seketika memecah kesunyian Pasar Baru. Tetangga berhamburan mendekat. Langkah panik berubah menjadi jerit tangis, saat warga beramai-ramai mengevakuasi tubuh Agung.

Tanpa menunggu ambulan, warga mengapit tubuh kaku itu di atas sepeda motor. Mereka memacu kendaraan membelah jalanan Bangko menuju Rumah Sakit Raudhah.

Pukul 13.30 WIB, tubuh Agung tiba di ruang gawat darurat. Dokter dan petugas medis bergerak cepat menempelkan stetoskop serta memeriksa denyut nadi.

Namun, takdir berkata lain. Garis kehidupan pria muda itu telah terputus. Pihak rumah sakit menyatakan Agung telah meninggal dunia.

Aparat kepolisian langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kapolsek Bangko, Iptu Adri Sukam, membenarkan ada warga Pematang Kandis yang meninggal dengan cara gantung diri.

"Saat ditemukan warga, korban sudah tidak bernyawa lagi tergantung di belakang rumah. Dugaan sementara korban murni gantung diri. Namun penyebab korban gantung diri kami masih melakukan penyelidikan," kata Adri.

Pukul 14.10 WIB, sirine mobil jenazah meraung pelan membawa Agung kembali ke rumah duka. Isak tangis pecah di ruang tamu yang beberapa jam lalu masih merekam keheningan Agung.

Pihak keluarga merengkuh duka itu dengan pasrah. Mereka menolak tindakan autopsi dan menandatangani surat pernyataan resmi untuk menerima kepergian sang kepala keluarga.

Sore semakin beranjak. Pukul 17.20 WIB, sebuah ambulan melaju meninggalkan Merangin. Lampu sorotnya menembus remang jalan raya menuju tanah kelahiran Agung di wilayah Pesisir Sumatera Barat.

Di sana peristirahatan terakhir telah menanti. Sementara itu jajaran kepolisian masih terus mencatat dan menyelesaikan prosedur penanganan atas tragedi pilu ini. ***

 

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya