Kabut Asap Ganggu 9 Penerbangan di Jambi, Dua Pesawat Sempat Holding di Udara

Sedikitnya sembilan penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi, terdampak kabut asap hingga Jumat (2/10/2026) pukul 15.00 WIB.

Reporter: DOD | Editor: Admin
Kabut Asap Ganggu 9 Penerbangan di Jambi, Dua Pesawat Sempat Holding di Udara
Suasana di ruang tunggu Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jumat pagi | foto : ist

INFOJAMBI.COM — Sedikitnya sembilan penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Thaha, Jambi, terdampak kabut asap hingga Jumat (2/10/2026) pukul 15.00 WIB.

Akibatnya, sejumlah penerbangan dialihkan. Ada juga yang terpaksa kembali ke bandara asal, ditunda keberangkatannya, hingga harus menunggu di udara.

Baca Juga: Unja dan Minamas Tandatangani MoU Desa Mandiri Cegah Api

Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sultan Thaha Jambi mengakui, kondisi kabut asap mempengaruhi aktivitas penerbangan sepanjang hari. 

Meski demikian, beberapa penerbangan masih dapat beroperasi menyesuaikan kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha.

Baca Juga: Catatan DR. Asnelly Ridha Daulay : Budaya Baru Itu Bernama Pembukaan Lahan Tanpa Bakar

General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun menyampaikan, dua penerbangan ex-RON (Remain Over Night) berhasil diberangkatkan pada pagi hari. 

Kedua penerbangan tersebut lepas landas, saat kondisi jarak pandang masih memenuhi ketentuan operasional.

Baca Juga: Kepala BLHD Tidak Tahu Soal ISPU

Penerbangan Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK) berhasil berangkat pukul 06.00 WIB. Saat itu, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha tercatat 1.000 meter.

Selanjutnya, penerbangan Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta (YIA) berhasil mengudara pada pukul 09.40 WIB. Penerbangan ini diberangkatkan ketika jarak pandang mencapai 1.500 meter.

Data operasional bandara menunjukkan jarak pandang mengalami fluktuasi sepanjang hari. Pada pukul 06.00 WIB jarak pandang tercatat 1.000 meter dan meningkat menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB.

Memasuki pukul 08.00 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.300 meter. Kondisi kembali membaik pada pukul 09.00 WIB dengan jarak pandang mencapai 1.500 meter.

Pada pukul 10.00 WIB, jarak pandang kembali menurun menjadi 1.100 meter. Satu jam kemudian atau pukul 11.00 WIB, jarak pandang meningkat menjadi 1.800 meter.

Kondisi terbaik terjadi pada pukul 12.00 WIB dengan jarak pandang mencapai 1.900 meter. Namun, pada pukul 13.00 WIB menurun menjadi 1.600 meter.

Selanjutnya, pukul 14.00 WIB dan 15.00 WIB, jarak pandang berada pada angka 1.500 meter. Fluktuasi berdampak terhadap pergerakan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jambi.

Untuk penerbangan kedatangan, Citilink QG 960 dari Jakarta dengan estimasi tiba pukul 13.20 WIB harus dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang (PLM). 

Keputusan itu diambil karena kondisi operasional penerbangan tidak memungkinkan pesawat mendarat di Jambi.

Selain itu, Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 14.05 WIB, memutuskan kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) di Jakarta (CGK). 

Langkah serupa juga dilakukan Garuda Indonesia GA 128 yang memiliki estimasi kedatangan pukul 14.10 WIB.

Sementara itu, Batik Air ID 6804 dari Jakarta dengan estimasi tiba pukul 15.10 WIB sempat melakukan holding di wilayah udara Jambi. 

Kondisi yang sama juga dialami Super Air Jet IU 840 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pada pukul 15.10 WIB.

Pada perkembangan terbaru, Batik Air ID 6804 akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha pada pukul 15.18 WIB. Super Air Jet IU 840 juga berhasil melakukan pendaratan pada pukul 15.29 WIB.

Dari sisi keberangkatan, empat penerbangan mengalami penundaan akibat dampak kabut asap. Penerbangan tersebut adalah Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta.

Penundaan juga terjadi pada penerbangan Garuda Indonesia GA 126 tujuan Jakarta. Selain itu, Garuda Indonesia GA 128 tujuan Jakarta turut mengalami keterlambatan keberangkatan.

Pihak bandara terus melakukan koordinasi dengan seluruh maskapai untuk menangani penumpang yang terdampak. 

Pembaruan informasi operasional penerbangan juga diberikan secara berkala sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Informasi juga dapat diperoleh dengan menghubungi Contact Center In Journey Airports di nomor 172. ***

BERITA KAMI ADA DI GOOGLE NEWS | Ikuti juga Channel WhatsApp INFOJAMBI.com

Berita Terkait

Berita Lainnya